Memandu dengan ilmu

Akibat Baik Ketika Syariat Dilaksanakan Dan Akibat Buruk Ketika Ditinggalkan | Khutbah Idul Adha

0

Akibat Baik Ketika Syariat Dilaksanakan Dan Akibat Buruk Ketika Ditinggalkan

(Teks Khutbah Idhul Adha 1437 H Du’at MADINA)

 

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ. وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

 

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ }  (آل عمران: 102) .

 

{ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا }  (النساء: 1).

 

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا }  (الأحزاب: 70، 71).

أما بعد

الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

 

Hadirin jamaah sholat Idul adha rahimakumullah…

Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan seluruh nikmat kepada diri kita. Tidak ada satupun perkara bermanfaat yang dimiliki oleh manusia, kecuali pastilah itu adalah bagian dari rezeki yang Allah berikan kepada makhluk-Nya. Seluruh harta-benda, keluarga, kedudukan, nama baik dan segala sesuatu yang menyenangkan hari manusia, adalah bagian kecil dari karunia Allah kepada hamba-Nya.

Sedangkan Rezeki yang paling bermanfaat dan paling besar yang Allah ta’ala limpahkan kepada manusia adalah keimanan dan Syariat Islam. Iman dan syariat, adalah dua perkara yang Allah ciptakan untuk menjadikan kehidupan manusia di dunia menjadi tentram, bahagia, mudah dan bermanfaat. Sesusah apapun syariat Islam itu dikerjakan, maka hakekatnya hal itu tidak ditujukan untuk memberatkan kehidupan manusia. Sebesar apapun dunia yang hilang karena ketaatan manusia kepada syari’at Islam, maka pastilah adalah manfaat besar yang Allah berikan  sebagai ganti, karena ketaatan manusia kepada Syari’at-Nya.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam mengajarkan kita bahwa kepatuhan dan ketundukan terhadap syariat Allah, pastilah mendatangkan manfaat besar di ujungnya. Meskipun Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam harus melakukan proses ketaatan yang sangat berat. Dimana beliau harus membawa sang isteri yang baru saja melahirkan dan bayi merahnya, dibawa hijrah ke Makkah yang pada waktu itu tidak ada manusia dan tetumbuhan sedikitpun. Dalam hadits riwayat Bukhary disebutkan bahwa Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam berkisah:

….Ibrahim meletakkan isteri dan anaknya yang masih dalam susuan, pada tempat di dekat Baitullah, pada sebuah kemah yang terletak di atas masjid. Sedangkan pada waktu itu Makkah tidak terdapat seorang manusiapun dan tidak ada air. Maka ibrahim meletakkan iseteri dan anaknya di sana dengan memberikan bekal berupa kantong berisi korma dan minuman.

Selanjutnya ibrahim meninggalkan mereka berdua, dan segera disusul oleh Ummu Isma’il (hajar) ‘alaihas salaam yang berkata kepada sang suami: “Wahai Ibrahim, akan pergi kemana engkau dan meninggalkan kami di lembah ini sedangkan ditempat ini tidak ada manusia dan tidak ada sesuatu apapun?”

Ummu Isma’il menanyakan hal itu berulang-ulan, sedangkan ibrahim tidak menoleh sedikitpun.

Maka ummu Isma’il bertanya: “Apakah Allah yang memerintahkan engkau melakukan hal ini?” Ibrahim menjawab: “Benar.” Berkatalah Ummu Isma’il:

إِذَنْ لَا يُضَيِّعُنَا

 “Kalau Begitu, Allah Tidak Akan Menyia-Nyaiakan Kami!!!”……

Kemudian Ummu Isma’il berbalik. Selanjutnya Ibrahim melanjutkan langkah, sehingga ketika sampai di lembah kaki bukit dimana isteri dan puteranya tidak bisa melihatnya, nabi ibrahim berhenti dan mengarahkan pandangan wajahnya kearah Baitullah kemudian mendoakan keluarga itu, sembari mengangkat kedua tangannya dan berucap:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Rabb Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur.(QS. Ibrahim: 37)

Ucapan Ummu Isma’il: “Kalau Begitu, Allah Tidak Akan Menyia-Nyaiakan Kami!!!”, merupakan keyakinan seorang wanita yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Ummu Isma’il Hajar ’alaihas salaam meyakini penuh bahwa ketaatan pada perintah Allah (sesusah apapun perintah itu dilaksanakan) pasti ada ganti dari sisi Allah ta’ala.

Keyakinan seorang muslim menetapkan bahwa seluruh bagian dari Syariat Islam pasti bermanfaat dan tidak akan merugikan manusia, meskipun keuntungan itu kadang kala Allah ta’ala berikan di akhirat. Allah menjamin bahwa tidak ada amal sholeh manusia yang dikerjakan secara ikhlas dan sesuai dengan syariat –Nya, yang disia-siakan. Allah ta’ala berfirman:

“…dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 171)

Dalam ayat lain disebutkan Allah berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,…” (QS. at-Taubah: 120)

…dan kisah Ummu Isma’il serta sang putera membuktikan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan ketaatan manusia kepada syariat-Nya. Beliau dan sang putera yang kehausan, diberi minuman dari tempat yang paling tidak disangka, yaitu dari bekas jejakan kaki sang bayi Isma’il kecil, dari situlah muncul sumur Zam-Zam. Kemudian Allah mendatangkan kafilah orang Arab Jurhum, yang meminta izin tinggal di sekitar Zam-Zam dan diberikan izin oleh Ummu Isma’il. Sehingga keluarga kecil ini menjadi manusia yang dihormati dan dicintai oleh penduduk Makkah, karena kebaikan mereka berdua. Selanjutnya Allah melimpahkan bagi mereka rezeki berupa buah-buahan…

Demikianlah, proses Allah mendatangkan manfaat dari ketaatan sebuah keluarga kecil Nabi Ibrahim kepada Syari’at Allah. Memang sesuatu di dunia ini sebagian besar datang dengan proses dan tidak muncul secara tiba-tiba (meskipun Allah mampu dan Maha Kuasa untuk mewujudkan segala sesuatu dengan tiba-tiba)…

Dan kesalahan besar manusia adalah ketika melaksanakan Syariat Islam (baik itu doa, shadaqah, sholat dan ibadah apapun termasuk hukum Islam), maka mereka memaksa manfaat itu harus datang dengan tiba-tiba dan instan.

 

الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Hadirin, jamaah sholat idhul Adha rahimahukumullah…

  • Sikap kepasrahan Nabi Ibrahim kepada perintah Allah untuk meninggalkan isteri dan putera di tengah padang pasir.
  • ketundukan Ummu Isma’il dalam menerima ketentuan Allah harus tinggal di tengah padang pasir.
  • dan akhirnya, adalah Ketaatan Isma’il ketika menginjak remaja harus menerima perintah disembelih.

Memberi manusia pelajaran berharga, bahwa ajaran Allah tidak diciptakan untuk menyakiti dan menyusahkan kehidupan manusia. Meskipun dalam pelaksanaannya seorang manusia harus berkurban sebagian dari harta dunia (atau seluruhnya) untuk Allah ta’ala. Ajaran Allah diturunkan untuk memudahkan kehidupan manusia dan memuliakannya.

“…dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.  (QS. al-Hajj: 78)

Dalam ayat lain disebutkan:

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ

“…Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. al-Maidah: 6)

Allah menyatakan bahwa ayat al-Qur’an dan segala hukum yang dikandung, diturunkan untuk mengangkat derajat manusia dan memuliakan mereka seluruhnya…!

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. dan  Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (QS. az-Zukhruf: 43-44)

Dalam ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan:

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ

“…dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah,  (QS. al-A’raf: 176)

Lihatlah bangsa Arab, sebelum kedatangan Islam adalah mereka adalah bangsa yang dianggap sebagai kelompok masyarakat kelas bawah oleh orang-orang Romawi dan Persia (dua kekaisaran besar pada waktu itu). Orang Arab dianggap sebagai bangsa Barbar yang tidak mengenal adab dan kemajuan. Begitu hinanya bangsa Arab pada waktu itu sehingga disebutkan bahwa “Seorang pasukan Romawi bisa mengalahkan seribu personel pasukan Arab”…

Itu semua keadaan sebelum kedatangan agama Islam…

Setelah dakwah Islam menyebar di seluruh Jazirah Arab, maka….

Persia dan seluruh kekuasan Romawi diwilayah Arab, takluk dibawah kekuasan kaum muslimin hanya dalam waktu delapan tahun setelah wafatnya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam…Romawi terusir dari Syam dan Madain ibukota Persia dikuasai ditaklukkan oleh umat Islam. Sehingga orang orang pada waktu itu mengatakan “Seorang pasukan Arab bisa mengalahkan seribu pasukan romawi.”

Lihatlah, Andalusia (Spanyol) di abad pertengahan….

Sebelum kedatangan Islam, pada abad 9-10 M, Eropa adalah wilayah miskin, peperangan terjadi di mana-mana, dan rakyat tidak lagi percaya dengan para penguasa. Bahkan disebutkan bahwa jalan jalan di eropa masih becek dan merajalela wabah. Sedangkan Andalusia Islam kala itu, keadaan sangat bertolak belakang: jalan telah diperkeras dengan batu, dimalam hari pelita-pelita menerangi seluruh wilayah. Kota-kota telah teratur rapi. Terdapat istana, kolam-kolam renang yang indah, taman-taman kota, perpustakaan dan universitas didirikan di kota-kota yang dikuasai oleh kaum muslimin. Bahkan di Cordoba saja terdapat 70 perpustakaan. Raja Inggris pun pada masa itu, harus mengirimkan surat memohon agar sang anak diperbolehkan belajar di salah satu universitas di Cordoba, Andalusia…!!!

Demikianlah ajaran Islam datang untuk memuliakan manusia….

الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Kemudian muncullah masa di mana syariah Islam di buang jauh oleh umatnya sendiri…!

Jama’ah sholat Iedhul Adha rahimahukumullah…

Kemudian muncullah masa dan generasi buruk yang berbuat kerusakan serta meninggalkan syariah Allah, bahkan Syariat Allah menjadi momok dan musuh bagi kaum muslimin!!  Allah menyebutnya dengan sebuah firman:

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan…” (QS, Maryam: 59)

Muncullah masa dimana seseorang mengaku sebagai muslim, tetapi kebenciannya kepada syari’at Islam sampai diubun-ubun. Dan anehnya dia selalu memohon kepada pencipta Syari’at Islam yaitu Allah ‘azza wa jalla, untuk mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat…?!

Muncullah masa dimana sebuah umat yang besar (Islam) mengaku cinta kepada agamanya (Islam), akan tetapi anehnya dia sangat tidak setuju dilaksanakannya syariat Islam sebagai aturan kehidupan sehari-hari….

Benar-benar keajaibah dunia ke delapan dan sembilan….!!!

Tidakkah umat ini sadar bahwa penolakan kepada Syari’ah Allah adalah sumber kemurkaan Allah, bukan kemuliaan dan kejayaan yang didapat…!

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan:

وَمَا لَمْ يَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِما مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَتَخَيَّرُوا فِيمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ، عَزَّ وَجَلَّ ، إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

Dan tidaklah para pemimpin mereka (ummat Islam), menolak berhukum dengan hukum Allah turunkan dan tidak mau memilih hukum Allah (sebagai dasar), kecuali Allah jadikan permusuhan sesama mereka sangat keras.” (HR. Abu Ya’la, shahih)

Allah pasti memecah belah kekuatan orang orang yang tidak mau berhukum dengan hukum Allah. Sehingga kemudian muncullah istilah terkenal di dunia politik sekuler, “tidak ada kawan sejati dan tidak ada musuh sejati.” Pemerintahkan dikuasai oleh para politikus yang mencari kedudukan dengan membayar uang, bekerja mengeruk uang dan hanya berhenti setelah tidak ada uang.

Akibatnya, bangsa yang besar inipun dijajah oleh musuh musuh mereka. Bukan penjajahan fisik, akan tetapi penjajahan ekonomi. Dimana seluruh aset negara besar ini dijual kepada pihak asing. Bahkan pegawai kasar pun di datangkan dari negeri asing.

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُّوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذَ بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ

Tidaklah manusia (kaum muslimin) mengkhianati sumpah setia mereka kepada Allah dan RasulNya (untuk mentaati seluruh ajaran mereka berdua), kecuali Allah kuasakan kepada mereka musuh dari bangsa lain, yang mengambil sebagian harta kekayaan yang dimiliki.(HR. Abu Ya’la, shahih )

Sehingga bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah harus tergantung dengan ekonomi negara asing hingga 80%, karena memang industri strategis telah dikuasai oleh bangsa asing. Sehingga muncul anekdot bahwa orang pribumi di negeri besar ini, harus membayar pajak untuk seluruh benda yang dimiliki kecuali satu saja, yaitu KENTUT….! betul-betul menjadi orang asing di negeri sendiri…!

 

الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

Jama’ah sholat iedul adha rahimakumullah….

Semua keadaan yang kita bicarakan singkat diatas (dari kisah hidup nabi Ibrahim alaihis salaam, kisah kaum Arab sebelum dan sesudah kedatangan Islam, negeri Andalusia setelah masuknya ajaran Islam) memiliki pelajaran berharga bagi setiap muslim:

Pertama, Bahwa segala ketaatan kepada syari’at Allah yang dilaksankan dengan ikhlas dan benar, pasti mendatangkan manfaat, meskipun manfaat itu datang di waktu yang akan datang (dunia ataupun akhirat).

Imam ibnu katsir menyebutkan bahwa doa nabi Musa ‘alaihis salaam yang memohon kepada Allah agar Fir’aun dihukum atas kejahatannya dikabulkan oleh Allah setelah Nabi Musa berdoa selama 40-45 tahun.

Nabi Zakariya mohon kepada Allah anak keturunan, dan beliau diberi putera yang sholeh bernama Yahya ‘alaihis salaam setelah masuk usia 113 tahun.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa doa Nabi Ya’qub alaihis salaam agar dipertemukan dengan puter terkasih yaitu Yusuf ‘alaihis salaam terkabul setelah berpisah selama 80 tahun.

Shahabat Nabi bernama Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu menyampaikan (diriwayatkan oleh at-Tirmidzi) bahwa Allah ta’ala berfirman seorang hamba di hari kiamat: Apakah engkau dahulu melihat sebagian doamu dikabulkan dan sebagian lainnya tidak? Hamba itu menjawab: ya. Allah ta’ala bertanya: Bukankah engkau berdoa kepadaKU pada hari ini dan itu, lalu kamu melihat doamu dikabulkan? Hamba itu menjawab: Benar. Allah ta’ala kembali bertanya: Dan engkau telah berdoa pada hari ini dan itu, akan tetapi engkau tidak melihat doamu dikabulkan? Hamba itu menjawab: Benar. Allah ta’ala berfirman: sungguh Aku telah menyimpannya untukmu di surga. Sehingga tidak tersisa satu doapun melainkan Allah telah terangkan untuknya. Sampai sampai seorang mukmin mengangankan kalau saja semua doa doanya dahulu disimpan untuknya di sorga.

Maka….Mari kita bersabar mentaati syariat Allah….

Kedua, Bahwa segala penentangan kepada syariat Allah, meskipun mendatangkan keuntungan duniawi, maka pastilah ujungnya adalah kehancuran dan kehinaan dunia dan akhirat

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا رأيت الله عز وجل يعطي العبد ما شاء، وهو مقيم على معاصيه، فإنما ذلك استدراج منه له

Apabila engkau melihat Allah azza wa jalla memberi kepada seorang hamba apa yang dia inginkan (dari dunia), sedangkan hamba itu tetap berada di dalam perbuatan maksiyyat, maka sesungguhnya (pemberian) itu adalah istidraj. (HR. thabrany, baihaqy dan Ahmad, hadits hasan)

Istidraj adalah pemberian dunia yang ujungnya dihinakan dan dijatuhkan kehormatannya.

Sehingga…apapun capaian dunia, apabila suatu bangsa dengan sengaja menolak syariat islam, maka hal itu hanyalah mendatangkan kehinaan dan kemunduran..

Semoga, kita semua termasuk orang orang yang cerdas dan mau berpikir.

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آل ِمُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

أللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ  وَالْمُؤْمِنَاتِ  اَلْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ، وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ، اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ ، وَيُكُذِّبُونَ رُسُلَكَ ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمَ ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِى لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا أَضْحِيَاتِنَا وَ جَمِيْعَ عِبَدَاتِنَا

رَبَّنَا  هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

والحمد لله رب العالمين