Akibat Meninggalkan Syariat Islam | Khutbah Jum’at

0

BENCANA AKIBAT MENINGGALKAN SYARIAT ISLAM

Oleh: Ust. Fakhrurozy

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.

وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102] .

{ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا } [النساء: 1] .

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 70، 71].

أما بعد:

 

Hadirin jamaah jum’at sekalian….

Yang pertama saya wasiatkan untuk diri saya dan hadirin sekalian, marilah kita bertaqwa kepada Allah ta’ala yang telah menciptakan kita dan memberikan segenap rezeki yang kita nikmati dari lahir hingga mati. Dengan bertaqwa kepada Allah ta’ala, kita berhadap segala masalah dan urusan yang kita hadapi, mendapatkan keringan dan kemudahan.

Hadirin jamaah sholat jum’at yang dirahmati Allah….

Umat Islam hari ini dihadapkan oleh Allah ta’ala dengan berbagai ujian berat. Diberbagai wilayah umat Islam mengalami pembantaian, di Syiria, Palestina, Irak, Iran, Rohingya dan berbagai wilayah lainya. Di sisi lain, umat Islam tertimpa kemiskinan dan kebodohan. Kekayaan alam yang menjadi karunia Allah kepada bumi yang ditinggali umat Islam, justru dinikmati oleh bangsa lain dan umat Islam jatuh dalam lembah kemiskinan tanpa bisa menikmati kekayaan alam mereka. dan masih banyak masalah-masalah umat Islam lain yang terlalu panjang apabila kita sebutkan satu persatu….

Hanya saja….Rasulullah Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan sebab kemunduran dan kehinaan yang menimpa Umat Islam, serta jalan keluar yang harus dilaksanakan untuk menyelesaikan beban berat itu. sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ, وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ اَلْبَقَرِ, وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ, وَتَرَكْتُمْ اَلْجِهَادَ, سَلَّطَ اَللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Apabila kalian telah berjual beli dengan cara riba, kalian mengambil ekor-ekor sapi, kalian ridha dengan pertanian dan kalian tinggalkan jihad (fi sabilillah), pastilah Allah timpakan kepada kalian kehinaan. Yang mana kehinaan itu tidak akan Allah cabut, hingga kalian kembali kepada agama kalian.

(HR. Ahmad, dengan para perawi yang terpercaya)

Maknanya…jalan keluar dari kehinaan yang menimpa umat Islam hari ini adalah kembali kepada syariat Allah ta’ala.

Hanya saja…sayangnya masih banyak umat Islam yang alergi dengan ajaran agamanya sendiri. Mereka mengganggap bahwa melaksanakan syari’at Allah bukanlah urusan penting. Menurut mereka melaksanakan syari’at Islam secara penuh adalah kemunduran. Sedangkan Syariat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallam merupakan satu-satunya jalan kemuliaan umat Islam. Yang dengannya umat Islam meraih kejayaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Hal itu disampaikan oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya:

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ (44)

Maka berpegang teguhlah dengan apa yang diwahyukan kepadamu, sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya wahyu itu adalah kemuliaan bagimu dan bagi ummatmu, dan kalian akan ditanya.

(QS. az-Zukhruf: 43-44)

Wahyu merupakan kemuliaan bagi Rasul dan ummatnya, demikianlah pendapat yang disampaikan oleh shahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu.

Jamaah sholat Jum’at yang dirahmati Allah…

Sesungguhnya meninggalkan syariat Allah ta’ala menimbulkan dampak yang sangat buruk. diantaranya adalah:

Meninggalkan syariat Islam menimbulkan perpecahan di tengah kaum muslimin

Jamaah jum’at sekalian….

Kelemahan yang menimpa umat Islam adalah karena perpecahaan yang terjadi di tengah-tengah mereka. Perpecahan tersebut timbul akibat dari penyelewengan sebagian kaum muslimin dari ajaran Allah. Terutama sekali adalah penolakan mereka untuk melaksanakan hukum Allah. Rasulullah Muhammad shollalaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا لَمْ يَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِما مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَتَخَيَّرُوا فِيمَا أَنْزَلَ اللَّهُ , عَزَّ وَجَلَّ , إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

 

Dan tidaklah para pemimpin meninggalkan berhukum dengan syariat yang diturunkan oleh Allah, kecuali pasti Allah jadikan perpecahan sesama mereka.

(HR. Abu Ya’la, dengan para perawi yang terpercaya)

Ketundukan kepada syariat Islam menyatukan umat Islam di dalam satu bangunan yang kokoh. Sebab, semua orang Islam terikat dengan syari’at Islam, baik itu pemimpin atau rakyat jelata. Seorang kepala negara sekalipun, dia tetap terikat dan harus tunduk patuh kepada Syariat Allah ta’ala, apalagi rakyat jelata. Aturan Allah ta’ala tidak membedakan-bedakan, siapapun harus taat kepadanya. Hal inilah yang menjadikan umat Islam bersikap hati-hati dalam bertindak. Seorang pemimpin yang tunduk kepada syari’at, tidak akan menyelewengkan jabatan yang dimiliki sekedar untuk menumpuk kekayaan.

Dengan ketundukan kepada syari’at Islam, setiap kelompok umat Islam akan mengedepankan kepentingan Islam diatas kepentingan kelompoknya sendiri. Hal ini lah yang mencegah timbulnya perpecahan di tengah umat Islam.

Dan akibat buruk langsung apabila syariat ditinggal adalah perpecahan….Setelah pecah, umat Islam mudah diadu domba….Setelah diadu domba, maka musuh Islam pasti menari-nari kegirangan melihatnya….Karena yang binasa adalah umat Islam sendiri..!!!

Akibat buruk yang lain dari ditinggalkannya Syariat Islam adalah menjadikan ummat Islam terjajah.

Hadirin jamaah Jum’at sekalian yang dirahmati Allah…

Sesungguhnya, kekuatan umat Islam ada pada ketaqwaan mereka kepada Allah dan ketundukan terhadap syariat-Nya. Dua sikap itu yang menjadikan umat Islam tampil sebagai orang-orang pemberani yang sanggup menanggung resiko apapun demi menegakkan kebenaran dan keadilan. Ketundukan pada syariat Allah membuat suatu bangsa tidak sudi dijajah oleh bangsa lain, sebab hanya kepada Allah saja mereka mau tunduk. Apabila prinsip ini telah ditinggalkan oleh kaum muslimin, mereka pasti kehilangan kemuliaan diri dan kehormatan. Tanpa syariat Islam, kaum muslimin hanya akan tampil menjadi bangsa peminta-minta dan mudah dikuasai oleh musuh dengan bujuk rayu kekayaan duniawi. Hal itulah yang diisyaratkan oleh Rasulullah Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُّوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذَ بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ

Dan tidaklah suatu kaum menyelisihi sumpah mereka untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah kuasakan atas mereka musuh dari selain mereka, dan musuh itu menguras sebagian harta kekayaan yang mereka miliki

(HR. Abu Ya’la, dengan para perawi yang terpercaya)

Silahkan dilihat..! Siapapun dari umat islam yang meninggalkan syari’at Allah, maka dia mudah dibeli oleh bangsa lain. Orang-orang itu rela menggadaikan negerinya demi kekayaan yang digelontorkan bangsa lain….

Semoga Allah ta’ala menyelematkan bangsa kita dengan Syari’at Islam….

وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

KHUTBAH KEDUA….

 

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.

وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102]

Hadirin jama’ah sholat Jumat yang dirahmati Allah….

Marilah kita meluruskan kembali iman kita kepada Allah. Jangan sampai kita mengaku beriman kepada Allah, akan tetapi justru membenci syariat yang diturunkan oleh Allah. Karena kebencian kepada Syariat Allah, menghapus keimanan yang dimiliki oleh seseorang.

Dan marilah kita berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah….

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ دَعْوَاتِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَ عَدُوِّهِمْ

اَللَّهُمَّ، أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ