Memandu dengan ilmu

Amnesty International Kecam Penghancuran Masjid oleh Ekstrimis Buddha di Myanmar

0

madina.or.id – Amnesty International menyebut penghancuran masjid oleh warga ekstrimis Buddha di Myanmar sebagai tindak pidana dan mengatakan tindakan kekerasan terbaru terhadap minoritas Muslim itu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Sebelumnya pada hari Jumat, sekitar 200 ekstrimis Buddha menyerang wilayah Muslim di desa Thuye Tha Mein di Provinsi Bago Myanmar, menghancurkan masjid sehingga memaksa warga untuk mengungsi semalam di kantor polisi.

Kekerasan itu meletus setelah terjadi perdebatab antara warga atas pembangunan sebuah sekolah Islam di daerah tersebut, AFP melaporkan.

Bereaksi terhadap serangan itu, Amnesty mendesak pemerintah Myanmar untuk segera mengambil tindakan cepat dan meluncurkan investigasi berimbang untuk menemukan para pelaku penyerangan.

“Kejadian ini harus segera diselidiki secara independen dan mereka yang dicurigai terlibat harus dibawa ke pengadilan,” kata Rafendi Djamin, Direktur Amnesty untuk Asia Tenggara dan Pasifik.

Djamin lebih lanjut mengatakan pemerintah Naypyidaw harus mengecam tindakan kekerasan itu sebagai tindak pidana yang tidak akan ditoleransi.

“Tindakan kekerasan ini harus dikecam karena menghasut kebencian, kekerasan dan diskriminasi dan tidak melindungi hak-hak semua orang di Myanmar terlepas dari agama mereka,” tambahnya.

Badan HAM yang berbasis di Inggris ini juga memperingatkan Myanmar bahwa setiap kegagalan untuk melayani keadilan akan menjadi tanda ketidakpedulian terhadap serangan kelompok agama minoritas. [zdryn-madina.or.id]

sumber: islampos