Memandu dengan ilmu

Ayo Sholat Jangan Telat

0

Ayo Sholat Jangan Telat

Pernah gak kamu merasa malas untuk shalat. Kamu tetap dengan aktivitas kamu sementara muadzin di masjid sudah mengumandangkan iqamah. Kemudian kamu baru beranjak ketempat wudhu ketika shalat hampir lewat. Akhirnya kamu shalat di sudut kamar secepat kilat. Padahal shalat jamaah yang 25 kali pun gak kamu dapat.

Mungkin kamu masih beralasan, yang penting shalat gak masalah biar pun telat. Eits, kalau kamu masih berfikir begitu, kayanya kamu perlu membaca buku al-kabairnya Imam adz-Dzahabi deh. Beliau mengkisahkan, dulu ada orang shalih yang saudarinya meninggal dunia. Saat menguburkan jenazah, dompetnya jatuh keliang lahat tanpa ia sadari. Setelah jenazahnya di timbun tanah dan orang-orang sudah pulang, ia baru ingat. Kemudian ia gali kembali kuburan baru tersebut. Tak disangka dari dalam kubur itu keluar api. Ia pun segera menutup kembali lubang kuburan itu.

Sesampainya dirumah, dengan sedih ia temui ibu nya. “Ibu, sebenarnya apa yang telah diperbuat oleh saudariku?” tanyanya kepada si ibu. “Memangnya kenapa?” Tanya ibu. “Aku melihat api menyala didalam kuburnya.”

Sambil menangis sang ibu menceritakan, “Nak, saudarimu itu selalu meremehkan shalat. Ia sering menunda-nunda shalat.”

Perhatikan betapa tragisnya nasib orang yang menunda dan mengakhirkan shalat. Lalu bagaimana kalau meninggalkan sama sekali alias gak mau shalat.

Ibnu Qayim mengisahkan, “Ada seorang pelaku maksiat dalam kondisi sakaratul maut. Ia tidak pernah shalat. Ketika sakaratul maut datang, kerabat dan tetangganya berkerumun di sekitarnya. Mereka membimbingnya berzikir dan mengucapkan tahlil, laa ilaha illallah. Namun ia tidak mampu mengucapkannya. Sampai ketika ruhnya mulai tercabut, ia berteriak, ‘Untuk apa aku mengucapkan la ilaha illallah? Apa gunanya laa ilah illallah bagiku? Aku sama sekali gak pernah shalat.’ Setelah itu ia pun mati.”

Kawan, apa sih yang membuat kamu sibuk sampai lupa shalat? Apa karena sedang asik-asiknya ngobrol dengan teman, atau tanggung dengan kerjaan yang tinggal sebentar lagi, atau karena sibuk dengan gadget baru? Ingat kawan itu semua hanya sementara dan bakalan sirna. Yuk selamatkan diri kita sebelum nanti berkata:

“Amat besar penyesalanku atas kelalaian ku dalam (menunaikan kewajiban) tehadap Allah, sedangkan aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang mempeolok-olokkan (agama Allah).” (QS. Az-Zumar: 56)

Coba kita tengok neraka. Terkhusus Saqar yang merupakan lembahnya. Panasnya menyengat dan tak ringan azabnya. Allah menggabarkan dalam surat al-Mudatsir ayat 42-47. Ditanya kepada penghuninya, “Apakah yang memasukan kamu kedalam saqar?” mereka menjawab, “Dahulu kami tidak mengerjakan shalat dan kami tidak memberi makan orang miskin. Kami membicarakan yang batil bersama orang-orang. Kami juga mendustakan hari pembalasan sampai kami mati.”

Para ulama berbeda pendapat tentang orang yang meninggalkan shalat, tapi pilihannya tetap pahit; kafir, fajir, atau fasik. Semoga kita tergolong dalam kelompok tersebut deh.

Shalat tepat waktu nggak cuma buat pria yang punya kewajiban shalat berjamaah di masjid. Meskipun shalatnya di rumah, bagi wanita tetap dituntut untuk shalat tepat pada waktunya. Begitu adzan terdengar langsung ambil air wudhu dan dirikan shalat.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Barang siapa ingin besok bertemu Allah dalam keadaan muslim, hendaknya ia menjaga shalatnya ketika terdengar panggilan.”

Ayo kita jaga shalat kita mulai sekarang karena shalat adalah taman yang keindahannya cuma bisa dirasakan oleh orang yang sudah merasakannya. Jangan cuma karena kesenangan sesaat melalaikan kita dari shalat.  Membiasakan shalat lima waktu, tepat waktu, dan berjamaah, awalnya mungkin sulit, tapi seiring dengan waktu dan peningkatan ilmu semuanya akan mudah. Yang pasti kita perlu disiplin diri menepis godaan yang kita temui disepanjang jalan.

(majalah ar risalah rubrik fityan : 09)