Memandu dengan ilmu

Balikpapan : Dari Tantangan Alam Sampai Tawaran Tinggal

0

Wilayah Kalimantan Timur khususnya di Kabupaten Paser Utara menjadi daerah tempat tugas dai SAHDAN setiap tahun. Di sini terdapat kawasan areal eks PT ITCI Kartika Utama di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku,  Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).  Untuk menuju ke PPU dari kota Balikpapan ditempuh selama 1 jam dengan speedboat. Sebuah kawasan perusahaan yang telah terbina dakwah dengan baik. Kedatangan dai SAHDAN selalu ditunggu di bulan Ramadhan dengan serangkaian dakwah yang cukup padat.

Brifing dai SAHDAN di Balikpapan sebelum ditempatkan di masing-masing desa/kecamatan di PPU

Tantangan Alam

Tahun ini Madina menugaskan 5 dai ke ITCI ini, yaitu ust. Al Maududi, ust. Ashabul Yamin, ust. Ibdarurrahman, ust. Satrio Kusuma dan ust. Slamet Mulyono, S.Pd. Kelima dai tersebut di tempatkan di desa atau kecamatan yang berbeda dan bertukar tempat dalam durasi sekitar seminggu. Tanggapan masyarakat yang antusias menambah semangat tersendiri bagi para dai, meskipun kondisi alam daerah ini adalah tengah hutan. Masih sering ditemui binatang liar seperti ular cobra, ular piton, kalajengking, dsb. Listrik hampir setiap hari mati, sehingga sinyal hp menjadi sangat sulit. Masyarakat juga banyak yang terkana penyakit malaria.

 

Akrab dengan Kalajengking

Tawaran Tinggal

Ust. Slamet Mulyono, S.Pd – dai SAHDAN asal Semarang- awal pertama ditempatkan di desa Penajam, kemudian berpindah ke Sepaku 4 dan Sepaku 2. Dai dengan istri dan 4 anaknya di Semarang ini cukup padat kegiatan dakwah setiap hari, imam dan kultum sholat subuh, kajian dhuha bersama ibu-ibu, mengajar TPQ, kajian menjelang ifthor, imam dan penceramah tarawih. Bahkan sempat mengislamkan warga. Dengan berjalan kaki di jalan hutan yang licin sejauh setengah kilometer, dijalaninya setiap hari (hanya berharap pahala dari Allah subhanahu wata’ala). Meskipun kondisi beliau sempat diperiksa dokter karena ada pembengkakan di salah satu bagian tubunya, tapi tugas dakwah tetap dijalankan termasuk silaturahmi. Alhamdulillah beliau bisa kenal baik dengan manajer PT IHM, kapten kapal, tokoh sentral dakwah di ICTHI, ust. Thoipin dan juga dengan seorang pengusaha.

Kegiatan rutin kultum dan imam

Sholat tarawih bersama Bupati dan jajarannya, sekaligus syukuran aqiqah dan santunan yatim

Latarbelakang ust. Slamet Mulyono yang sarjana Biologi (IPA) UNNES ini menjadikan beliau mendapat tawaran untuk menjadi guru sekaligus Kepala Sekolah di SD ITCI. “Insya Allah saya sholat istikharah dulu” demikian jawab ust. Slamet Mulyono ketika diminta tinggal di sana. (ya)