Batasan Wajah Perempuan

0

Batasan Wajah Perempuan

Pertanyaan

Ustadz, bagian manakah yang termasuk ajah seorang wanita dimana bagian tersebut wajib dibasuh saat berwudhu dan boleh tidak tertutup dalam shalat? Bagaimana bila ada bagian di sekitar wajah yang terbuka ketika shalat, padahal itu tidak termasuk wajah?

Trisno – Ngawi

Jawaban

Tidak ada nash dari al-Qur`an ataupun as-Sunnah yang menerangkan batasan wajah. Oleh karena itulah para ahli fikih sejak zaman salaf berijtihad dalam mendefinisikannya.

Dalam al-Jami’ li ahkamil Qur`an, Imam al-Qurthubi menjelaskan, batasan wajah adalah antara ujung kening sampai ujung dagu dan antara telinga kanan sampai telinga kiri. Pendapat ini diamini oleh Ibnu Katsir dengan ungkapan yag sedikit berbeda. “Antara tempat tumbuhnya rambut -kepala botak tidak dianggap- hingga ujung dagu dan antara kedua telinga,” kata beliau.

Pendapat ini pula yang dipegang oleh imam an-Nawawi, asy-Syairazi, dan Imam Syafi’i. Prof. DR. Wahbah az-Zuhaili pun sependapat dengan para ulama Salaf.

Diar keterangan di atas, dapat disimpulkan  bahwa batasan wajah adalah dari daerah dahi yang mulai ditumbuhi rambut sampai ujung dagu, dan dari telinga kanan sampai telinga kiri. Bagian kepala  itulah yang wajib dibasuh saat berwudhu dan –khusus untuk wanita- boleh terbuka ketika shalat.

Oleh karena itulah kaum wanita mesti menjaga bagian kepalanya yang harus tertutup dalam shalat, jangan sampai terbuka. Bagian yang sering tidak tertutup itu salah satunya adalah bagian antara bawah kedua ranang dan leher. Menurut para ahli fikih madzhab Syafi`i, jika bagian itu terbuka, maka batallah shalat seorang wanita. Sedangkan menurut para ahli fikih madzhab Hanafi, Hambali, dan Maliki, shalatnya tidak batal. Menurut mereka, demikian jika yang terbuka hanya sedikit.

Menyikapi adanya perbedaan pendapat di atas, berhati-hati dengan menjaga agar bagian yang tidak boleh terlihat tetap tertutup tentu leibh baik. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Hujjah edisi 08 hal. 38