Bentuk Penjagaan Wanita Terhadap Jiwa dan hartanya

0

Bentuk Penjagaan Wanita Terhadap Jiwa dan hartanya

Pertanyaan

Assalamualaikum…ustad mohon penjelasan tentang hadits riwayat an-Nasai yang berbunyi “Wanita yang paling baik adalah wanita yang jika dipandang menyenangkan hati, jika diperintah oleh suaminya dia patuh,… Yang saya tanya poin ketiga “Dan dia tidak menyelisihi suaminya dalam urusan dirinya dan hartanya?” Tolong penjelasan tentang poin ketiga ya ustad.

Jawaban

Alhamdulillah was shalatu wassalamu ‘ala rasulillah.

Hadits yang dimaksud adalah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ الَّتِيْ إِذَا نَظَرْتَ إِلِيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِهَا

“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkanmu tatkala kamu melihatnya, taat dan setia tatkala kamu memerintahnya, serta senantiasa menjaga diri dan hartanya tatkala kamu tidak dio sampingnya.” (HR. An-Nasa’i 3231)

Salah satu karakter wanita shalihah adalah mampu menjaga diri dan hartanya di saat suaminya tidak ada. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An-Nisa’: 34)

Bagaimana bentuk penjagaan yang dilakukan seorang istri? di antaranya adalah:

1. Menjaga rahasia atas apa yang terjadi antara suami istri dari masalah, perselisihan dan rahasia di kamar tidur.

2. Menjaga anak-anaknya dengan sebaik-baik pendidikan, pengajaran dan pengayoman.

3. Menjaga harta suami baik uang maupun prabotannya. dengan tidak membelanjakan kecuali atas izinnya, dan tidak berlebih-lebihan.

4. Menjaga diri dan kehormatannya, dengan tidak keluar rumah kecuali atas izinnya dan melazimi adab-adab syar’i dalam berpakaian; seperti tidak bertabarruj, memakai wewangian dan bercampur dengan lelaki bukan mahram..

5. Tidak mengizinkan seseorang masuk ke dalam rumah kecuali atas izin suami.

Wallahu A’lam