Ujian Dalam Berbakti Kepada Orang Tua

0

Berbakti Kepada Orang Tua

Pertanyaan:

Assalammualaikum ustd. ustd ini istri selalu berusaha berbuat baik berbakti pd ortu tp selalu mendapat balasan yg buruk dihina dicaci diadudomba dgn saudaranya dijelek jelekan.sampai menangis parah dihadapan sya bhkan istri sampai sakit tegang otak.sampai smp dokter mberi obt anti depresi.tp istri tetap brrusaha berbakti.apakah seperti ini jg jalan untuk mdp ridho Alloh.ustd mohon nasihatnya agar istri kuat Sekarang istri sedang menjauh dr ortu dari pda berbuat dosa pda ortu.

Jawaban:

waalaikumussalam warahmatullah wabarokatuh.

alhamdulillah wasshalatu wassalamu ala Rasulillah, wa ba’du.

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban bagi setiap anak. Sebagaimana firman Allah:

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…” (QS. Al Isra’: 23)

Tentunya tidak perbuatan mulia ini tidak lepas dari ujian. Sebab, tidak semua respon orang tua terhadap perbuatan baik anaknya itu baik pula. Contohnya adalah kasus yang sedang ditanyakan oleh penanya.

Tentunya bakti anak kepada orang tuanya tidak serta merta gugur ketika balasan orang tua tidak sesuai dengan yang diharapkan anak.

Anak tetap wajib menunjukkan baktinya kepada orang tua meksi dibalas dengan keburukan. sebagaimana firman Allah:

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS. Luqman: 15)

Namun bentuk bakti kepada orang tua harus disesuaikan dengan kondisi anak, tidak harus bertemu langsung. Terlebih jika anak selalu mendapat penolakan, fitnah dan balasan buruk lainnya, maka boleh menghindar dahulu agar menimbulkan madharat bagi anak.

Anak tetap bisa berbakti dari jarak jauh. baik dengan cara lewat perantara, atau cara-cara lainnya.

Sebagai nasehat, semakin berat ujian kita dalam berbuat ketaatan dalam hal ini berbakti kepada orang tua, maka semakin besar pula pahala yang akan didapat.

Hal ini juga mengajarkan bahwa hati yang ikhlas dan baik tidak akan terpengaruh oleh pujian maupun celaan. Celaan tidak akan menghentikan langkahnya untuk berbuat baik.

Jangan lupa pula untuk meminta kepada Allah agar Allah melembutkan hati orang tua. Karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati manusia.