Berdakwah di Sampit, Kalimantan Tengah

0

(Madina.or.id) Sampit adalah ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah, Indonesia. Sampit merupakan salah satu permukiman tertua di Kabupaten Kotawaringin Timur, nama kota ini sudah ada disebut di dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 dan di dalam Hikayat Banjar yang bagian terakhirnya ditulis pada tahun 1663.

Pada tahun 2001, di kota ini terjadi kerusuhan etnis antara suku Madura dengan Dayak. Dalam kerusuhan tersebut, lebih dari 400 orang tewas dan 40.000 orang harus mengungsi.

Ramadhan 1440 H, Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) mengirim 85 dai ke berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke. Salah satu nya adalah di daerah Sampit, Kalimantan Tengah.

Desa Samuda menjadi tempat Ustadz Muhammad Adam berdakwah selama bulan Ramadhan. Mengisi kultum setiap malam setelah salat tarawih dan mengisi kajian ba’da shubuh di Masjid serta Mushola desa adalah kegiatan sehari-hari Ust. Adam selama bertugas berdakwah di Sampit.

Selain mengisi kajian kultum tarawih dan shubuh Ust. Adam pada hari ke 6 dan 7 Romadhon mengadakan “Kajian Islam Sehari”, di Masjid Mujahidin Samuda yang terletak di tengah-tengah puluhan gedung sarang burung walet milik warga yang menjadi ciri khas desa Samuda. Kegiatan kajian ini dikuti oleh kurang lebih 20 orang peserta Putra.

Tiap malam juga membimbing masyarakat sekitar membaca Alquran dengan metode tsaqifa setelah salat tarawih sampai pukul 9 malam di gedung PAUD Harapan. Setiap pagi hari Senin hingga Kamis mulai pukul 8 sampai dengan pukul 9.30 mengajari anak-anak PAUD, materi-materi agama seperti tata cara berwudhu, Shalat, menghafal Alquran juga menceritakan kisah-kisah orang sholeh.

Di sore hari Ust Adam juga mengadakan kegiatan bagi warga desa, terutama anak-anak SMP ke bawah untuk memanfaatkan waktu menjelang buka puasa dengan adanya kegiatan pembacaan hadits shohih Bukhori secara bergantian. (RF)