Berdakwah di Timur Indonesia, Bintuni Papua Barat.

Jumlah masjid dapat dikatakan sedikit bila dibanding jumlah gereja

0

Madina.or.id – Ramadhan 1440 H, Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) mengirim 85 dai ke berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke. Salah satu nya adalah di Bintuni, Papua Barat.

Karena jarak yang cukup jauh dan medan yang berat, untuk bisa sampai di Bintuni, Papua Barat tidaklah mudah. Ustadz Fauzan, dai yang ditugaskan ke Bintuni memulai perjalanan dari bandara Juanda Surabaya kemudian transit di Makassar dan Sorong barulah tiba di Bandara Rendani Manokwari setelah sepuluh jam perjalanan melalui udara dan transit dari bandara ke bandara.

Tidak sampai disitu, perjalanan masih panjang karena harus menempuh jalur darat menggunakan mobil Hilux 4×4 double kabin dengan trek yang berat dan membutuhkan waktu hingga delapan jam.

Masjid Asy-syifa’, Kampung Wesiri Km. 7, Bintuni Barat adalah tempat dimana Ust Fauzan berdakwah selama bulan Ramadhan. Kampung Wesiri merupakan sebuah kampung yang ada di distrik Bintuni barat. Sebuah kampung yang dominasi muslimnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa kampung yang lain.

Di bintuni sendiri, jumlah masjid dapat dikatakan sedikit bila dibanding jumlah gereja, kurang lebih 1:3 dari jumlah gereja. Di Wesiri ada dua bangunan masjid yaitu Masjid Asy-syifa’ yang menjadi pusat peribadatan umat muslimin di kampung Wesiri dan satu bangunan masjid lagi yang sedang dalam proses pembangunan.

Dengan adanya program pengiriman dai Sahdan Madina, warga sekitar mendapatkan manfaat dan dakwah pun bisa terjaga di Papua. Ust. Fauzan ditunjuk menjadi imam tetap selama Ramadhan dan mengelola TPA yang ada di kampung Wesiri setiap sore hari.

Masyarakat setempat berharap untuk bisa dikirim da’i kembali. Tidak hanya di bulan Ramadhan saja. Karena mereka membutuhkan Dai juga imam tetap dan sekaligus untuk membantu mengelola memakmurkan masjid, terlebih setelah bangunan masjid baru yang sedang dalam proses pembangunan sudah bisa digunanakan. (RF)