Catatan Dakwah di daerah Kesultanan Siak Sri Inderapura.

0

Catatan Dakwah di daerah Kesultanan Siak Sri Inderapura.

Perjalanan dakwah kali ini ke Provinsi Riau, sepintas terdetik dalam diri kenapa masih ada tugas di Riau yang sudah dikenal baik islamnya dan semarak dakwahnya. Terlebih ada dua ulama yaitu Dr. Musthofa Umar Lc. MA sebagai pakar Tafsir dan ustadz H. Abdul Shomad Lc MA sebagai pakar Hadits yang berada di provinsi ini.

Tapi itulah pikiran kita manusia, terkadang tak sampai pada hikmah-hikmah tersembunyi yang Allah siapkan.

Setelah sampai di pekanbaru rute perjalanan dari jakarta dan mendapat pengarahan tempat serta gambaran lokasi dakwah. Semakin heran, karena lokasi dakwah yang pertama dari dua tempat dakwah, terkenal dengan islam yang baik bahkan dalam sejarahnya merupakan peninggalan kerajaan islam yaitu daerah Siak.

Sebelumnya kawasan ini merupakan bagian dari Kesultanan Siak Sri Inderapura. Di awal kemerdekaan Indonesia, Sultan Syarif Kasim II merupakan Sultan Siak terakhir menyatakan kerajaannya bergabung dengan negara Republik Indonesia. Kemudian wilayah ini menjadi wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Pada tahun 1999berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999, meningkat statusnya menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura (wikipedia).

Berbeda dengan lokasi dan perjalanan para dai yang lain, perjalanan dan lokasi kami lebih mudah aksesnya karena lokasi tugas sesi pertama ini berada tidak jauh dari pusat kota kabupaten, tepatnya berada di kecamatan Bungaraya.
Ada sisi lain yang menyita perhatian kami disini, yaitu pola dakwah yang harus disampaikan dengan sempurna dan lengkap.

Sebagai contoh ketika kami sedang mengajarkan anak anak untuk hafalan juz 30, selepas kegiatan belajar mengajar selesai kami bincang ringan dengan anak anak. Ditengah suasana yang hangat tiba tiba ada seorang anak nyeletuk dengan polosnya, “Ustadz, Kemarin saya Putus”(dengan wajah yang sedih) sontak saya sedikit kaget dengan pernyataan seperti itu terlontar dari mulut seorang anak kelas 3 SD, apa gerangan yang membuat anak sekecil ini merasa sedih dengan kejadian yang tidak layak ini terlebih bagi seorang anak kecil, setelah kami telusuri kami menemukan jawabannya, kenapa mereka masih seumur jagung tapi sudah bertingkah bak pemuda yang sudah jadi jomblo akut, mereka menjawab:

“Kami dengar ada seorang ustadz menyampaikan _kita sudah berada diakhir zaman, sehingga kiamat sudah dekat, Sayang kalau tidak digunakan pacaran, nanti gak ada kesempatan lagi.”

Begitulah mungkin sedikit dampak negatif jika kita menjelaskannya tentang suatu perkara tanpa memberikan solusi terbaik, bisa jadi ia akan mengambil inisiatif yang justru keliru menyimpang.

Maka dalam berdakwah haruslah secara lengkap tidak setengah-setengah. Supaya ummat tidak menjadi bingung dan salah dalam memahami apa yang kita sampaiakan.

فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِين

Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik. (QS. Al Hijr : 95)

Ustadz Ridwan Nabhil dai Sahdan di Riau.