Cetak Calon Ulama, Madina Kirim Kader Dai Kuliah di Sudan

0

Kamis, 23 Agustus 2018 Madina memberangkatkan 5 kader dai untuk kuliah di Sudan. Pengurus pusat Madina dan beberapa anggota keluarga dari kader dai ikut menyertai keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Setelah melewati proses administrasi di Kemenlu dan Kedutaan Sudan, beberapa hari sebelumnya, akhirnya mereka terbang ke Sudan untuk memulai kuliah di International University of Afrika di Sudan. Ketua Umum Madina, Ust. Yazid Abdul Alim, Lc yang menyertai pemberangkatan mereka menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari kaderisasi dai Madina untuk mencetak calon ulama. “Tahun lalu kita memberangkatkan 4 kader untuk kuliah di Universitas Islam Madinah, berarti mereka sekarang sudah satu tahun kuliah, dan tahun ini kita memberangkatkan 5 kader ke Sudan, jadi sudah sembilan kader yang kita kirim untuk kuliah. Ini adalah langkah kaderisasi dai dengan kuliah di negeri-negeri sumber ilmu. Harapan kami kelak mereka pulang akan menjadi dai yang berkualitas bahkan kami mentargetkan ada diantara mereka yang menjadi ulama” demikian penjelasan beliau di Termilal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta setelah memberikan brifing dan pelepasan kepada para dai. Lebih lanjut beliau menjelaskan, di tahun ke-4 usia Madina sudah bisa mengirimkan kadernya untuk kuliah dengan beasiswa adalah sebuah karunia yang besar dari Allah subhanahu wata’ala. “Bahkan kita sedang mempersiapkan satu kader lagi untuk menyusul kuliah di Universitas Islam Madinah dan satu kader lagi akan kuliah di Al-Azhar Mesir” tambahnya. Dengan demikian ada 11 kader Madina yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.

Kaderisasi Dai

Semangat belajar Islam dan persatuan umat di tanah air memang sangat terasa beberapa tahun terakhir ini. Dengan menjamurnya kajian Islam dan majelis taklim tentu menuntut adanya dai-dai mumpuni yang akan membimbing umat pada jalan Islam. Selain mengirim kader untuk kuliah di luar negeri, Madina juga menggarap kaderisasi dai di dalam negeri dengan membuat program Pusat kadeisasi Dai (Puskadi) yang awal September ini akan memulai pendidikannya selama satu tahun. Salah satu pengurus Madina, Yahya Ahmadi yang juga menyertai pemberangkatan dan pelepasan kader ke Sudan, menjelaskan bahwa Puskadi diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan dai di daerah-daerah termasuk pelosok dan pedalaman. Sedangkan beasiswa kuliah ke luar negeri untuk proyeksi kebutuhan calon ulama di masa mendatang. “Jadi Puskadi lebih bersifat memenuhi kebutuhan dai jangka pendek sedangkan beasiswa kuliah untuk memenuhi kebutuhan dai dan ulama jangka menengah dan jangka panjang” demikian tambahnya.

Semoga kader-kader dai ini akan semakin membuka jalan terang dakwah Islam di negeri ini dan membimbing umat untuk menjadi semakin baik dalam ridla Allah subhanahu wata’ala. Amin (ya)