Dakwah Kerja Nyata untuk Membantu Warga (Laporan SAHDAN dari Kulon Progo, DIY)

0

Laporan dai MADINA ust. Sholeh Hadi dalam SAHDAN 1437 H tugas di Kulon Progo

Semarak Dakwah Ramadhan Nusantara (SAHDAN) tahun ini menugaskan 60 dai ke 45 daerah di seluruh Indonesia. Dari jumlah dai tersebut 16 dai ditugaskan di pulau Jawa mulai dari Sukabumi, Purworejo, Karang Anyar,  Ginung Kidul, hingga Blitar dan Surabaya. Dua dai diantaranya bertugas di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Tantangan dakwah di tempat ini tidak kalah dengan daerah lain di luar jawa.

Lokasi tugas adalah di desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, tepatnya di lereng gunung Menoreh. Obyek dakwahnya adalah mualaf yang sebelumnya beragama Hindu. Saat ini sudah 170 Kepala Keluarga yang memeluk Islam. Dalam tugas ini pula, para dai sempat mengislamkkan (mengsyahadatkan) 4 warga setempat.

WhatsApp-Image-20160629aWhatsApp-Image-20160629k

Proses men-syahadat-kan 4 warga setempat

Kondisi alam tempat tugas menjadi tantangan tersendiri. Daerah yang naik turun bukit tidak menyurutkan dakwah beliau berdua. Namun tantangan yang cukup berat di rasakan para dai adalah sarana ibadah yang kurang memadai.Dengan melihat kondisi tersebut, para dai yang bertugas berinisiatif membantu perbaikan sarana peribadatan. Diantara yang beliau lakukan adalah dengan membuat saluran air untuk wudhu yang berasal dari sumber air (jawa : tuk) di lereng pegunungan. Program ini menjadi prioritas karena saluran air yang ada sebelumnya tidak memadai. Ditambah lagi, di saat yang sama, romadhan ini, terjadi sabotase air ke masjid oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maka dengan biaya yang minim – dari uang saku para dai – akhirnya saluran air terbentuk dan air mengalir lancar.

WhatsApp-Image-20160628rrWhatsApp-Image-20160629yWhatsApp-Image-20160625vWhatsApp-Image-20160625e

Program lain yang mereka lakukan adalah pengadaan speaker masjid, agar adzan bisa berkumandang lebih luas. Lagi-lagi para dai harus menyisihkan uang saku – yang tidak seberapa – dibantu donator yang ada untuk pengadaan speaker tersebut.

WhatsApp-Image-20160629hWhatsApp-Image-20160615solehhadi2WhatsApp-Image-20160625rWhatsApp-Image-20160629bt

Dalam regulasi SAHDAN tugas para dai disamping ceramah mengajarkan ilmu agama dan silaturahmi tokoh juga bertugas untuk membantu warga. Apa yang dilakukan ust. Sholeh Hadi adalah contoh karya yang dihasilkan dalam membantu warga. Ini mengingatkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) para mahasiswa di semester akhir. Namun Dakwah Kerja Nyata (DKN) para dai ini, insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir terus tanpa putus. Demikian juga para dermawan, donator SAHDAN semoga mendapat bagian pahala tersebut. Amin. (/ya)