Dari Papua Untuk Islam (Laporan SAHDAN dari Papua)

0

Laporan ust. Abdur Rasyid dan ust. Husain Musthofa dai SAHDAN 1437 H bertugas di Papua

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur Papua Bagian Barat (dulu Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia (Wikipedia.org)

Provinsi Papua memiliki 28 kabupaten dan 1 kota yaitu Jayapura. Menurut Biro Pusat Statistik Papua, tahun 2014 jumlah penduduk mencapai 3.091.047 (papua.bps.go.id) ini meningkat dibanding tahun sebelumnya berjumlah 3.032.488. Adapun jumlah umat Islam mencapai 40% dan hampir setiap hari ada penduduk yang memeluk Islam (arrahmah.com).

SAHDAN mengirimkan dai ke papua sejak tahun 2015 lalu. Jika tahun lalu hanya mengirimkan 1 orang dai, SAHDAN tahun ini mengirimkan 5 orang dai, dengan penempatan 3 dai di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat dan 2 dai di kepulauan Raja Ampat sebuah kabupaten di Papua Barat.

peta kabupaten kota papuaSejak H-1 Ramadhan, para dai SAHDAN telah sampai di lokasi tugas. Laporan ust. Abdur Rasyid di Fakfak dan ust. Husain Musthofa di Raja Ampat menyebutkan bahwa semua dai yang bertugas dakwah di Papua dikoordinir oleh AFKN pimpinan ust. Fadlan Garamatan. ust. Abdur Rasyid dan Ust. Jundi bertugas di kota Fakfak dan ust. Masrokhan bertugas di kepulauan Arguni dengan perjalanan dari kota Fakfak membutuhkan waktu 2 jam jalur darat dilanjutkan jalur laut menyeberang selama 1,5 jam. Sebuah tantangan alam yang sangat luar biasa. Namun ust. Masrokhan ini disenangi jamaah pengajian dari Fakfak terutama jamaah ibu-ibu. Hal ini dibuktikan dengan sebagian jamaah ikut bersama menyeberang ke Arguni demi mengikuti pengajian beliau. Rata-rata anak di kepulauan ini belajar di pesantren milik ust. Fadlan Garamatan.

WhatsApp-Image-20160613rosyid
ust. Rasyid dan ust. Masrokhan

Sedangkan di kota Fakfak semua kegiatan ramadhan mulai dari buka bersama, sholat dan kultum tarawih, kajian remaja, dsb sudah terjadwal rapi oleh AFKAN. Dai SAHDAN menjadi bagian dari safari ramadhan AFKN. Kegiatan ramadhan di Fakfak sangat semarak, di masjid besar Fakfak jamaah tarawih mencapai ratusan bahkan jika ada kajian jamaah menjapai ribuan. Namun demikian mereka selalu mengharap ada dai ramadfhan dari Jawa dan mereka sangat senang dengan kedatangan para dai.

Dari Raja Ampat ust. Husain Musthofa melaporkan pada pekan pertama Ramadhan belum mendapat jadwal ceramah tapi terjadwalnya paka pekan kedua Ramadhan, karena seluruh jadwal kajian sudah diatur oleh Kementrian Agama Kabupaten Raja Ampat. Hal  ini dimafaatkan beliau untuk observasi lapangan seperti mendalami karakter masyarakat, mengenal medan dengan berkeliling sekitar Raja Ampat dan juga mencari masjid yang belum terjadwal oleh Kemenag untuk membuka kemungkinan berdakwah. Hasil survey beliau menyebutkan bahwa di Raja Ampat ada 124 desa dan 80 desa diantaranya adalah desa muslim atau campuran, sedangkan sisanya desa nasrani. Tidak mengherankan jika sepanjang jalan di Raja Ampat berjejer gereja, perbandingan dengan masjid bisa mencapai 5 : 1.

Berbeda dengan Fakfak, jamaah sholat di Raja Ampat sangat sedikit, meskipun di Islamic Center. Mereka menjauh ke dinding masjid atau tiang-tiang masjid ketika mendengarkan ceramah tarawih. Buka bersama yang diadakanpun nampak sangat meprihatinkan. Hidangan yang disajikan tidak mencukupi untuk peserta yang hadir (padahal jumlah peserta sedikit). Nasi untuk buka bersama ini juga dari beras jatah bulog yang sudah menghitam sehingga perlu proses mencuci yang ekstra. Laukpun hanya telur dan mie instan. Sebuah tantangan dakwah yang tidak kalah hebat dengan tantangan alam. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan keikhlasan dan semangat juang pada para dai di Raja Ampat. Namun beliau yakin Islam akan berkembang pesat di Papua. Dari Papua untuk Islam.

WhatsApp-Image-20160618husenWhatsApp-Image-20160618hus2

Insya Allah bersambung dengan laporan dari daerah lain.