Memandu dengan ilmu

Dosen IAIN Ini Bolehkan Baca Al Qur’an Irama Dangdut dan Pop

0

madina.or.id – Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat mengeluarkan pernyataan kontroversi dengan membolehkan pembacaan Al Qur’an menggunakan irama lagu dangdut dan pop. Ini disampaikannya saat menjadi penceramah tarawih di mesjid Baitul Makmur, Air Tawar Barat, Padang, Sumatera Barat.

Seorang mahasiswa, Husni Alharid melalui akun Facebooknya Rajo Mudo dan dikutip Serambiminang (04/07), menceritakan saat dirinya mendengarkan ceramah tarawih yang disampaikan oleh Dr. Mulyadi, M.Pd pada Jumat malam (03/07) di mesjid Baitul Makmur.

Dalam ceramahnya, Mulyadi menyebut boleh membaca Al Qur’an dengan irama lagu dangdut dan pop. Bahkan dosen yang baru promosi menjadi Doktor pada tahun 2012 lalu, memberikan contoh dengan membaca surat Al-Kafirun dalam irama dangdut dan pop.

Usai melaksanakan shalat, Husni berinisiatif mendatangi Mulyadi dan bertanya lebih mendalam terkait beberapa pendapat yang melarang penggunaan irama selain yang sudah disepakati ulama seperti Nahwan, Hijjaz dan Bayyati.

“Saya ini seorang Doktor dan boleh berpendapat (berijtihad). Untuk pembelajaran boleh saja, orang tua-orang tua kita dulu sering mendendangkan Al Qur’an menidurkan anaknya dibuaian,” jawab Mulyadi.

Kontroversi irama membaca Al Qur’an diawali saat peringatan Isra’ dan Mi’raj di Istana Negara. Saat itu, Qori membacakan Al Qur’an dalam langgam Jawa sesuai pesanan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Syaikh Bin Baz dari Saudi Arabia melarang penggunaan irama-irama penyanyi dalam membaca Al Qur’an karena tidak sesuai dengan kebiasaan para salafus salih dan sahabat radhiyallahu anhum. Belakangan, Menteri Agama akhirnya meminta maaf atas penggunaan langgam Jawa. (rms)

sumber: bersamaislam.com