Ekspedisi Dakwah Menembus Pulau Terluar Indonesia Di Samudera Hindia: Desa Kaana (Bag 2)

Antusias Masyarakat Kaana dalam Mengisi Ramadhan

0

Madina.or.id – Hari masih pagi, hanya beberapa penduduk yang tampak memulai aktifitasnya di pagi hari. Rumah penduduk tersusun sepanjang jalan utama yang menghubungkan ke seluruh desa di kepulauan enggano. Masing-masing rumah memiliki halaman depan dengan luas kira-kira 3-5 m. Ada juga yang memiliki pekarangan luas di belakang rumah yang digunakan sebagai kebun. Tampak 1 toko besar dengan menawarkan jaringan wifie berbayar dan 2 toko lainnya yang tidak terpisah jauh. Maklum, wilayah enggano belum memiliki signal telephone yang memadai, kecuali di kota kecamatan. Rumah-rumah di desa itu masih tergolong bagus hanya tampak kurang lebih 2 rumah yang tidak layak. Beberapa anggota masyarakat yang kenal dengan pak Idzhar menyambut hangat kedatangan rombongan SAHDAN MADINA.

Di kanan jalan berdiri Masjid megah dan satu bangunan yang hampir reot di sebelah utaranya. Bangunan di utara Masjid itulah yang dijadikan TIM SAHDAN MADINA sebagai posko pertama. Beberapa masyarakat membantu mengarahkan ke bengunan itu dibantu oleh satu orang mahasiswa STID M. Natsir yang sedang melaksanakan tugas safari ramadhan di sana. Mahasiswa STID M. Natsir dan beberapa warga turut membantu menyiapkan ruangan yang akan ditempati sebagai posko dakwah. Disnilah target awal dakwah DAI SAHDAN MADINA, yaitu Desa Kaana.

Selesai menata barang dan logistik di posko pertama, beberapa anggota tim menyempatkan diri untuk menemui beberapa tokoh masyarakat sekitar. Ba’da dzhuhur melakukan diskusi ringan dengan dua mahasiswa STID dan beberapa jama’ah. Tim Madina membagi personilnya menjadi dua bagian, satu untuk dakwah ke wilayah trans muslim desa kaana dan satunya menetap di masjid raya desa kaana untuk menjadi imam dan mengisi kultum taraweh. Tim Madina akhirnya melakukan survei ke kampung trans desa kaana, mengunjungi masjidnya dan bersilaturahim dengan beberapa warga sekitar termasuk bapak imam masjid trans kaana untuk mengabarkan kegiatan dakwah yang akan dilakukan di wilayahnya.

Antusias Masyarakat Kaana dalam Mengisi Ramadhan

DAI SAHDAN menjadi imam isya, tarawih dan kultum setelahnya di masjid raya desa kaana. 95% masyarakat hadir melangsungkan taraweh bersama dengan DAI SAHDAN dari kalangan wanita maupun laki-laki, anak-anak sampai orang tua. Dalam sambutan yang disampaikan oleh takmir masjid Nahdhatul Muslimin desa Kaana, mereka menyatakan gembira dan bahagia bisa mendapat pencerahan keagamaan dari DAI SAHDAN MADINA. “Harapannya, kegiatan seperti ini terus ada, bukan saja di bulan ramadhan tapi juga dibulan-bulan lain selain bulan ramadhan. Kami masyarakat desa kaana masih jauh dari pegetahuan islam dan sangat membutuhkan da’i yang siap membimbing jama’ah dan masyarakat kami disini”. Tutur Pak Herman, takmir Masjid Desa Kaana dalam sambutannya. Beliau juga mengatakan bahwa desa kaana merupakan desa satu-satunya yang tidak ada satu orang-pun non-muslim, “100% muslim, kecuali di dusun-dusun yang ada dibawah pemerintahan desa kami” tuturnya melanjutkan.

Sementara itu dalam ceramah yang disampaikan oleh DAI SAHDAN MADINA, Ust. Rusmin Ibrahim menekankan kepada jama’ah pentingnya menjaga kualitas ‘ibadah-ibadah fardhu kita kepada Allah SWT. “Menjaga kualitas artinya menjaga dengan sekuat-kuatnya agar ibadah kita ini bisa diterima oleh Allah SWT. Tentu diantaranya dengan memperhatikan rukun amal yang telah dijelaskan oleh para ulama berdasarkan qur’an dan sunnah, agar ibadah kita tidak sia-sia di hadapan Allaah. Dua syarat ibadah itu adalah sebagaimana yang Allah sampaikan dalam QS. Al-Kahfi ayat: 110 yakni Ikhlas karena-Nya dan sesuai dengan petunjuk rasulullah saw”, jelas ustadz R. Ibrahim.

Dalam uraian selanjutnya, Ust. Rusmin Ibrahim mengajak masyarakat desa kaana untuk terus belajar, terbuka dan antusias menerima dakwah dari siapapun selama aqidahnya sesuai dengan prinsip ahlus sunnah waljama’ah. “Terus belajar dan menerima dakwah adalah salah satu bentuk ikhtiar kita dalam mendekatkan pemahaman kita agar sesuai dengan pemahaman para salafus sholeh (para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) sehingga ibadah yang kita lakukan dalam keseharian benar-benar bernilai dihadapan Allah subhanaahu wata’ala”, lanjutnya menerangkan.

Selesai menyampaikan tausiyah-nya dan ramah tamah, beberapa jama’ah tidak langsung pulang. Mereka memanfaatkan momen itu untuk ngobrol ringan bersama DAI SAHDAN. Ada yang membawa makanan dan beberapa kue, dan tampak canda-tawa berlangsung mengiringi obrolan mereka. Sholat subuh dilangsungkan juga di masjid kaana. Seperti biasa, ada kuliah subuh setelahnya yang di-isi oleh DAI SAHDAN, Ust. Rusmin Ibrahim.

Beberepa jama’ah seperti biasanya tidak langsung pulang rumah. Mereka memilih untuk bersama TIM SAHDAN MADINA setelah kuliah subuh sampai fajar menyingsing. Dari masjid tim sahdan madina langsung bergerak ke beberapa rumah warga desa kaana untuk memberikan santunan ke anak yatim dan dhu’afa. Santunan yang diberikan berupa uang tunai, qur’an dan kurma yang semuanya merupakan titipan dari para muhsinin. Disetiap kali moment pemberian, ustadz martoni selaku koordinator tim sahdan madina selalu mengatakan ; “Pak., Buu., ini bukan dari kami. Ini dari para muhsinin yang menitipi kelebihan hartanya untuk disampaikan kepada bapak-ibu semuanya. Mohon untuk do’akan mereka”. Denga suara lirih dan haru, beberapa mendoakan kebaikan bagi para muhsinin, keberkahan ridzki dan keturunan (keluarga). Tak lupa mereka meminta untuk sering-sering mengunjungi mereka.. Bersambung

Ustadz Rusmin Ibrahim
(Dai Sahdan Madina)