Fase Umur manusia

0

Fase Umur manusia

Manusia melalui beberapa fase dalam kehidupannya, dan masing-masing fase mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri. Fase umur manusia tersebut adalah :

1. Umur manusia dalam fase janin yang rata-rata sekitar 9 bulan, terkadang kurang terkadang lebih. Dalam fase ini pun terbagi-bagi sebagaimana dalam hadits :

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya” (Muttafaq alaihi)

2. Umur manusia pada fase kehidupan di dunia. Panjang pendeknya umur manusia pada fase ini adalah terapan dari hadits di atas, yakni pada kata ” وأجله”, dan pada fase ini manusia di tugaskan untuk beribadah, Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat : 56)
Fase ini adalah fase amal, baik buruknya perbuatan manusia pada hari ini akan mereka rasakan balasannya di fase-fase selanjutnya.

3. Umur manusia pada fase barzah. Pada fase ini umur manusia jauh lebih panjang dibanding pada fase dunia. Karena fase ini mulai saat manusia meninggal sampai datangnya hari kiamat. Dan pada fase ini manusia sudah merasa balasan dari amalan yang mereka lakukan pada fase ke dua, Rasulullah bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِحَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ أَوْ مَكَّةَ ، فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِى قُبُورِهِمَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يُعَذَّبَانِ ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ » ، ثُمَّ قَالَ « بَلَى ، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ »

“Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda, ‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkankan bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba)” (Muttafaq alaihi)

Adapun nikmat kubur, Allah berfirman :

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran : 169)

4. Umur manusia pada fase mahsyar, pada fase ini manusia akan menunggu mulainya hari peradilan sampai para ahli surga masuk surga dan ahli neraka masuk neraka. Mengenai berapa lama, Allah berfirman :

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”(QS Al-Ma’arij : 4)

Banyak hadits yang menerangkan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah hari mahsyar.

5. Umur manusia pada fase Surga dan Neraka. Pada fase ini manusia terbagi menjadi tiga bagian :
A. Ahli surga yang masuk surga sejak awal, dan mereka akan kekal selamanya di dalam kenikmatan. Allah berfirman :

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)

B. Penduduk Neraka dari golongan kafir dan munafik. Maka mereka akan kekal di dalam neraka. Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا ,إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. An Nisa’: 168-169)

C. Jahannamiyun, mereka adalah para alumni neraka Jahanam yang merupakan para pelaku maksiat dari kalangan orang beriman yang tidak diampuni oleh Allah. Mereka masih mempunyai harapan masuk surga karena imannya, akan tetapi harus melalui proses pembalasan di neraka karena dosa yang tidak diampuni. Rasulullah bersabda :

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ: الْجَهَنَّمِيِّينَ

“Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka di bakar dalam neraka, kemudian mereka akan masuk ke dalam surga. Penduduk surga menamakan mereka dengan Jahannamiyun” (HR. Bukhari)

Sehingga, lama tidaknya mereka di dalam neraka tergantung kehendak Allah, kapan Allah mengangkatnya dari neraka dan kapan Allah mengizinkan mereka mendapatkan syafaat. Adapun setelah mereka masuk surga, maka mereka akan kekal di dalam surga, dan inj adalah buah dari keimanan.

Demikian, semoga kita menjadi insan yang beruntung dunia akhirat.

Madinah Munawaroh, 4 Desember 2018

(Dawud Munawwir Abdul Hadi-Mahasiswa Madinah University)