Memandu dengan ilmu

Hukum Berteman Dengan Jin

0

Pertanyaan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ustadz yang saya hormati, saya ingin bertanya: Apaka manusia boleh terteman dengan jin? Saya pernah mendengar tentang jin yang mencari teman manusia (majikan). Apa yang demikian diperbolehkan? Jazakumullah atas jawabannya

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mahfud Heru – Klaten

Jawaban

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

Interaksi jin dengan manusia tidak terlepas dari empat kondisi. Pertama, seseorang yang memerintahkan jin sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya, yaitu agar mereka beribadah semata-mata kepada-Nya dan mematuhi para Nabi-Nya. Menurut Ibnu Taimiyah, semacam ini wajib hukumnya sebagaimana Rasulullah telah membacakan ayat Al-Qur`an dan memberi peringatan kepada mereka.

Kedua, seseorang yang memanfaatkan bangsa jin untuk hal-hal yang diperbolehkan. Misalnya dia memerintahkan bangsa jin melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah dibebankan kepadanya, juga menggunakannya dalam hal-hal yang diperbolehkan. Seperti Nabi Sulaiman, Yusuf, Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad.

Ketiga, seseorang  yang memanfaatkan bangsa jin untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Seperti digunakan untuk perbuatan-perbuatan syirik. Orang yang melakukan tindakan ini berarti dia telah meminta pertolonga keapda jin untk perbuatan perbuatna dosa. Jika ia minta pertolongannya untuk kekufuran, maka ia telah kafir. Jika dia meminta pertolongannya untuk kemaksiatan maka dia telah durhaka.

Keempat, seseorang yang pengetahuan agama masih minim, kemudian minta bantuan jin untuk hal-hal yang disangkanya sebagai karamah, seperti minta tolong dalam menunaikan ibadah haji, mengantarkannya ke padang arafah, lalu tidak melaksanakan haji sesuai syariat yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Orang semacam ini adalah orang yang tertipu oleh bangsa jin.

Meskipun bermuammalah dengan jin dalam kebaikan tidak dilarang, Allah ta’ala telah memperingatkan, bahwa bermuammalah dengan jin akan mudah menjatuhkan  dalam perbuatan syirik dan memalingkan dari jalan Allah. Karena terkadang mereka mengajukan syarat yang bertentangan dengan syar’i. Maka menghindarkan diri agar tidak bermuammalah dan meminta bantuan kepada mereka lebih diutamakan. Allah berfirman, “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin: 6)

(lihat: At-Tafsir Al-Kabir, Ibnu Taimiyah 4/169, Majmu’ Fatawa 4/307, Fatawa Aqidah Syaikh Utsaimin 355, Alamul Jin Wa Syayatin, Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar)

Sumber: majalah arrisalah edisi 67 hal. 31