Ibrah Dari Gempa Bumi Tatkala Manusia Meninggalkan Syari’at Allah

0

Ibrah Dari Gempa Bumi

Tatkala Manusia Meninggalkan Syari’at Allah

            Kita berduka, bersedih atas musibah yang menimpa saudara kita diberbagai belahan wilayah negeri Indonesia, sebisa mungkin kita membantu dan mendoakan agar para korban dimudahkan urusannya serta dibimbing hatinya untuk lebih dekat dengan Allah penguasa alam semesta. Bertubi-tubi musibah menimpa, bagi orang mukmin tentunya hal ini menjadi pelajaran berharga baik korban yang tertimpa musibah, begitu pula bagikaum muslimin yang aman serta selamat dari ujian tersebut.

Allah ta’ala maha bijaksana atas segala keputusannya, tidak ada yang tidak mengandung maksud dari segala keputusan-Nya, semua pasti mengandung hikmah bagi manusia. Begitupula terhadap syari’at yang Allah turunkan lewat para Nabi-Nya, memang berat dirasa, serta tidak disukai kebanyakan nafsu manusia akan tetapi hakekatnya hanya kebaikan yang Allah inginkan bagi manusia, yaitu agar manusia beriman atas ayat-ayat sebagai hukum bagi kehidupannya. Allah ta’ala berfirman :

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“kami akan memerlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Menjadi saksi atas segala sesuatu.” (QS. Al Fushilat : 53)

Begitu pula dengan firman-Nya :

قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًۭا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًۭا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).” (QS. Al An’am :65)

Dari ayat-ayat yang mulia diatas, tidak diragukan lagi bahwa orang  mukmin menyakini goncangan, gempa, dan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini adalah suatu pertanda Allah menegur hamba-hambanya. Dan tidaklah setiap yang terjadi dari berbagai bencana yang menghancurkan manusia adalah diakibatkan oleh perbuatan mereka dari berbagai macam kesyirikan, kekufuran serta kemaksiatan, sebagaimana firman Allah ta’ala ;

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.” (QS. Al Ankabut : 40)

Maka yang wajib bagi kaum muslimin, adalah bertaubat kepada Allah ta’ala, kemudian amar ma’ruf nahi mungkar diantara mereka untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan, serta saling mengingatkan dan menasehati untuk kembali kepada hukum Allah ta’ala, niscaya Allah limpahkan untuk kita keberkahan, serta keselamatan kelak pada hari kiamat. Allah berfirman ;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf : 96)

Terkhusus bagi para elit penguasa disetiap negeri, hendaknya mereka bertaubat dengan taubatan nashuha, mengingat kembali bahwa kedudukan dan harta mereka sungguh tak ada nilainya dihadapan Allah ta’ala, harusnya Allah yang mereka takuti, aturan Allah yang seharusnya mereka jalankan. Sungguh kedurhakaan mereka kepada Allah dengan menghukumi negerinya dengan hukum jahiliyah serta membiarkan kemaksiatan yang dilakukan rakyatnya merupakan sumber mala petaka. Tidakkah mereka belajar dari Namrud dan Fir’aun, begitupula yang terjadi dengan kaum ‘Adn dan Tsamud?. Renungilah firman Allah ta’ala :

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).” (QS. Al Isra’ : 16)

Kewajiban kami menasehati, dan amar ma’ruf nahi mungkar, benar-benar semoga umat ini berbenah, bencana itu bisa saja terjadi pada siapapun, guncangan dahsyat, tsunami serta musibah demi musibah akan Allah timpakan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayatnya serta meninggalkan hukum-hukumnya. Fa’tabir yaa ulil abshar…         

اللهم لا تهلكنا بما فعل السفهاء منا

(Ust. Muhammad Kusnan Da’i MADINA – Solo)