Memandu dengan ilmu

Ilmu dan Kekuasaan

0

Ilmu dan Kekuasaan

Oleh: Ust. Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA

Allah SWT berfirman:

وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَ سُلَيْمٰنَ عِلْمًا   ۚ  وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا  مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۗ  اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ

 

“Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.” (QS. An-Naml: 15 – 16)

Jika mentadabburi ayat ini, seorang muslim akan banyak mendapati faidah-faidah yang dengannya mampu membangkitkan semangat berilmu, dari ilmu itu terwujudnya amal yang benar. Di antara faidah-faidah yang ada:

Pertama, Firman Nya (وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا), Ilmu pada diri seseorang adalah anugerah dari Allah, seorang mendapat ilmu bukan karena kepandaian atau fasilitas yang ia miliki melainkan pemberian Allah semata.

Kedua, Firman Nya (عِلْمًا), Nikmat yang manusia peroleh ada dua jenis; nikmat lahir dan batin, nikmat lahir berupa harta, rumah, kesehatan, dan sebagainya. Adapun nikmat batin berupa iman, Islam, keistiqomahan, termasuk di dalamnya ilmu yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman:

اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا  ۗ

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 3)

Ketiga, Pada dasarnya musibah yang menimpa manusia hanyalah musibah pada nikmat lahir dan tidak akan berpengaruh pada nikmat batinnya jika keimanan kuat melekat pada diri seseorang.

Rasulullah mengajarkan sebuah doa yang sangat indah,

ولا تجعل مصيبتنا في ديننا

“Dan janganlah engkau jadikan musibah kami pada agama kami”

Adapun musibah pada nikmat lahir adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Maka Rasulullah mengajarkan doa agar memperingan musibah tersebut dengan kekuatan aqidah dan keyakinan penuh pada Allah;

ومن اليقين ما تُـهون به علينا مصيبات الدنيا

“dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini”

Keempat, Firman Nya (فَضَّلَنَا), Allah meninggikan derajat seorang dengan ilmu yang ia miliki, termasuk Nabi Daud dan Sulaiman pada ayat ini. Allah berfirman;

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah : 11)

Kelima, Firman Nya (وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ), Nabi Sulaiman mewarisi dari ayahnya Nabi Daud berupa tiga hal; ilmu, kenabian, dan kekuasaan. Walaupun kenabian itu sendiri semata-mata pemberian dari Allah.

Keenam, Firman Nya ( عُلِّمْنَا  مَنْطِقَ الطَّيْر), Allah menganugerahkan kepada Nabi Sulaiman kemampuan memahami bahasa burung. lni mengisyaratkan agar kita berusaha mempelajari bahasa asing, terlebih bahasa Arab karena ia termasuk bagian dari agama. Umar bin Al Khattab menuturkan;

تعلموا العربية فإنها جزء من دينكم

“Pelajarilah bahasa Arab karena sesungguhnya ia bagian dari agama kalian”

Ketujuh, Ilmu dan kekuasaan adalah dua hal yang disebut oleh Nabi Sulaiman sebagai al-Fadhlu al-Mubin (الفضل المبين), menunjukan bahwa dua hal ini tidak boleh terpisah satu sama lain. Ilmu tanpa didukung kekuasaan tidak bisa diterapkan secara maksimal, Utsman bin Affan berkata;

إن الله يزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن

Usman bin Affan berkata “Sesungguhnya Allah mencegah kemungkaran dengan kekuasaan apa yang tidak bisa dicegah dengan Al Qur’an atau ilmu”

Sedang kekuasaan tanpa ilmu hanya akan melahirkan kesengsaraan, Umar bin Al Khattab berkata;

تفقَّهُوا قبل أن تُسَوَّدُوا

“Belajarlah kalian sebelum berkuasa”

Wallahu A’lam