Memandu dengan ilmu

Islamophobia Merajalela, Pria Muslim Ini Diturunkan dari Pesawat

0

madina.or.id, Charlotte – Seorang pria Muslim diturunkan dari pesawat American Airlines setelah pramugari mengumumkan nama, nomor tempat duduknya serta mengatakan bahwa sang pramugari akan mengawasinya. Hal tersebut membuat pria tersebut mengkritik perkataan itu hingga akhirnya ia diturunkan karena dianggap membuat pramugari tidak nyaman.

Saat pria yang bernama Mohamed Ahmed Radwan tersebut naik pesawat di Charlotte, North Carolina tersebut, pramugari mengumumkan melalui pengeras suara dan mengatakan:

“Mohamed Ahmed, Kursi 25-A, saya akan mengawasi Anda!,” ujar sang pramugari seperti dilansir The Independent pada Kamis (21/7).

Anehnya pramugari tersebut tidak mengatakan pengumuman tersebut kepada penumpang lain. Kemudian Radwan bertanya mengapa pramugari tersebut mengatakan hal tersebut. Akhirnya Radwan dilaporkan dan harus diturunkan karena dianggap terlalu sensitif dengan perkataan tersebut.

Saat melihat Radwan diturunkan, para penumpang lain juga ikut bertanya perihal kejadian tersebut kepada dua pramugari lainnya. Mereka mengatakan bahwa Radwan harus meninggalkan pesawat karena ia telah membuat para pramugari merasa tidak nyaman.

Lembaga Hubungan Islam Amerika telah mengajukan keluhan terhadap insiden tersebut. Departemen Perhubungan dianggap telah gagal menyelesaikan masalah ini dengan pengacara dari pihak penerbangan. Pengacara CAIR, Maha Sayed, menulis dalam laporannya bahwa Mr Radwan diasingkan dan diturunkan dari pesawat karena diskriminasi rasial.

“Mengingat terus meningkatnya aksi anti-Muslim yang terjadi di seluruh Amerika Serikat, jelas perilaku sembrono dan berbahaya tersebut tidak dapat ditolerir oleh bangsa kita, yang secara hukum dibebankan untuk membuat semua individu berhak dianggap sama dan tidak diskriminatif, tanpa memperhatikan agama atau etnis. Kejadian ini sangat mengganggu mengingat di mana personil maskapai telah sewenang-wenang menurunkan penumpang Muslim karena latar belakang Timur Tengah dan tanpa alasan yang masuk akal,” jelas Sayed.
(zdryn-bersamaislam)