Jangan Mendekati Larangan

0

Jangan Mendekati Larangan

Dalam beberapa ayat Al Qur’an, ketika Allah ingin melarang suatu perbuatan, maka tidak langsung melarang perbuatan yang dimaksud, namun justru melarang untuk mendekati perbuatan itu.

Sebagai contoh adalah firman Allah:

وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ

“Janganlah kalian berdua mendekati pohon ini…” (QS. Al Baqarah: 35)

Ketika Allah ingin melarang Nabi Adam dan istri beliau untuk memakan buah yang larangan, maka Allah tidak langsung berfirman: “Jangan memakan buah tersebut” Namun cukup dengan mengatakan Jangan mendekati pohon tersebut.

Begitupula dalam ayat ayat lainnya, seperti surat Al An’am: 151, Al Anfal: 152, Al Isra’: 32.

Pada ayat-ayat diatas ketika Allah ingin melarang suatu perbuatan, tidak langsung melarang perbuatannya, namun melarang untuk mendekati hal-hal yang bisa menjerumuskan pada perbuatan yang dimaksud.

Apa tujuan Allah terhadap hal ini? Ulama salaf berkata:

القرب من الممنوع سيؤدي إلى الوقوع

“Mendekati perbuatan terlarang akan menyebabkan terjerumus padanya.”

Ibnu Jauzi berkata pula:

ما رأيت أعظم فتنة من مقاربة الفتنة، وقل أن يقاربها إلا يقع فيها

“Aku tidak mendapatkan fitnah (godaan) yang paling besar daripada mendekati fitnah (godaan) itu sendiri, jarang sekali didapatkan orang yang mendekatinya kecuali ia akan terjerumus ke dalamnya.” (Shaidul Khatir: 283)

Saudara sekalian seringkali kita merasa aman di atas jurang-jurang larangan, kita tidak sadar keselamatan kita terancam.

Tidaklah Allah melarang suatu perbuatan melainkan Ia pula melarang untuk mendekati, merasa aman terhadap perbuatan yang dapat menghandarkan kepadanya, seperti zina dan lainnya.

(Ust. Zaid Royani, S.Pd.I)