Jejak Awal Perjuangan Khilafah di Indonesia

0

Jejak Awal Perjuangan Khilafah di Indonesia

Sejarah adalah cermin sebuah bangsa. Melihat sejarah masa lalu menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Perjuangan penegakan Khilafah Islamiyah sebenarnya bagian tak terpisahkan dari sejarah besar bangsa Indonesia.

Penelusuran sumber-sumber sejarah yang ada menunjukkan bahwa setelah keruntuhan Khilafah Turki Utsmani, sejumlah besar tokoh beserta umat Islam turut terlibat dalam perjuangan penegakan kembali Khilafah Islam.

Sebut saja H.O.S. Tjokroaminoto, K.H. Agus Salim, K.H. Fakhrudin dan K.H. Mas Mansur. Mereka bukan sekadar pahlawan nasional. Lebih dari itu. Mereka adalah aktor penting perjuangan Khilafah. Meskipun cukup singkat dan segera lenyap tergerus arus perjuangan nasionalisme.

Fakta sejarah ini harus diungkap supaya tidak ada missing link dalam sejarah perjalanan bangsa. Masalahnya saat ini sedang terjadi kriminalisasi bagi pengusung ide khilafah.

Perjuangan Khilafah

Eksistensi sejarah umat Islam Indonesia dalam memperjuangkan khilafah telah diamini oleh para sejarawan Indonesia maupun Barat. Antara lain apa yang dinyatakan oleh Prof. Deliar Noer. Prof. Aqib Suminto, dan Martin van Bminessen dalam tulisan akademis mereka.

Deliar Noer dalam disertasinya, The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-4942 (Cornell University, 1962), menyatakan bahwa umat Islam di lndonesia tidak hanya berminat dalam masalah khilafah, tetapi juga merasa berkewajiban memperbincangkan dan mencari penyelesaiannya.

Lalu Aqib Suminto dalam disertasinya, Politik Islam Hindia Belanda (lAlN Jakarta, 1985), menuturkan tentang pengaruh Pan-lslamisme di lndonesia dalam perjuangan khilafah saat itu. Dia menyatakan ada kaitan yang erat antara paham Pan-lslamlsme dan jabatan Khalifah karena Khalifah merupakan simbol persatuan umat lslam di seluruh belahan dunia.

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang orientalis Belanda, Martin van Bruinessen, dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul Muslim of Dutch East Indies and The Caliphate Question (Studia lslamika, 1995). Peristiwa penghapusan Turki Usmani yang kemudian disusul seruan ulama Al-Azhar untuk memilih khalifah baru, dan penaklukan Hijaz oleh lbh Sa’ud, mendapatkan antusiasme yang sangat besar dari umat Islam lndonesia sehingga menimbulkan pergerakan yang masif di lndonesia.

Menurut arsip Pemerintah Kerajaan Belanda, seperti dikutip Van Bruinessen, hal itu bahkan dianggap sebagai “Sebuah tonggak bersejarah dalam pergerakan umat Islam di negeri inii. Selanjutnya penulis juga telah melakukan penelitian aejarah dengan basis akademik “Yang ketat mengenai perjuangan khilafah saat itu dengan judul penelitian Paran Surat Kabar ‘ Bandera Islam dalam Perjuangan Khilafah 1924-1927 (UI, 2013).

Penulis berusaha melengkapi penelitian yang telah ada dengan cara melakukan penelusuran langsung sumber-sumber sejarah yang otentik, baik sumber primer maupun sekunder. Salah satu sumber otentik yang ditemukan sekaligus menjad obyek penelitian adalah sebuah surat kabar yang terbit pada tahun 1924 hingga 1927 yang bernama Bandera Islam.

Surat kabar yang sampai sekarang masih tersimpan dalam kondisi baik ini diterbitkan oleh Sarekat Islam: Salah satu organisasi yang memperjuangkan Khilafah saat itu. Dahulu surat kabar ini digunakan oleh Sarekat Islam sebagai media dalam perjuangan khilafah. Oleh karena itu, Bendera Islam banyak memuat rekam jejak potret perjuangan khilafah pada masa itu. Dengan menilik kembali surat kabar Bendera Islam, kita dapat memahami antusiasme perjuangan khilafah di Indonesia pada masa itu

Pada Desember 1924 di Surabaya diadakan sebuah pertemuan yang dikenal dengan Kongres Al-lslam Luar Biasa. Kongres ini memang sangat luar biasa karena dihadiri oleh 68 organisasi Islam yang mewakili pusat maupun cabang juga dihadiri ulama-ulama dan ribuan umat lslam yang lain. Mereka yang hadir menyepakati sebuah rumusan khilafah yang baru. Rumusan tersebut yakni:

  1. Agar dibentuk suatu Majelis Khilafah yang melaksanakan kekuasaan dan kewajiban khalifah atas dasar hukum-hukum Qur’an dan Hadits.
  2. Kepala Majelis mengatur, menjaga, dan mengupayakan terlaksananya keputusan keputusan Majelis.
  3. Kepala Majelis dipilih oleh Majelis berdasarkan Syari’ah yang disetujui atasnya dalam permusyawaratan khilafah kemudian pemilihan tersebut diumumkan agar mendapat pengakuan dari seluruh umat lslam didunia
  4. Majelis Khilafah mengupayakan persamaan paham dan peraturan bagi segala perkara hukum lslam
  5. Majelis Khilafah hendaklah berada di Mekkah.
  6. Tentang biaya untuk Majelis Khilafah bersama-sama perlu ditemukan kesepakatan dengan umat Islam yang lain atas hal ini.

Sikap mereka ini tidak terlepas dari pengaruh Pan-lslamisme. Cita-cita persatuan Islam dalam satu pemerintahan Islam yang merdeka menjadi sebuah harapan besar bagi mereka yang saat itu hidup di bawah penjajahan bangsa asing dan kafir. Untuk beberapa waktu cita-cita internasional ini masih tetap bertahan hingga kemudian mereka melupakannya dan mengalihkan perhatian mereka kepada cita-cita nasionalisme yakni menuju negara bangsa yang merdeka.

Khilafah, Kewajiban Yang Terlupakan

Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani ibarat anak ayam yang kehilangan induknya. Negeri-negeri kaum muslimin dikotak-kotak. Sumber daya alamnya dieksploitasi untuk kepentingan Barat. Kaum muslimin diperbodoh agar mudah untuk dijajah.

Surat Kabar Bendera Islam menjadi bukti sejarah bahwa perjuangan penegakan Khilafah Islam di Indonesia telah dimulai sejak awal keruntuhan Khilafah Turki Utsmani meski perjuangan itu belum membuahkan hasil yang dicita-citakan hingga detik ini.

Pergerakan-pergerakan yang memperjuangkannya telah menemui kegagalan. Sejarah kegagalan ini seyogyanya menjadi pelajaran bagi umat Islam di lndonesia. Terutama menjadi bahan evaluasi bagi mereka yang terlibat dalam gelombang perjuangan penegakan khilafah hari ini.

Belajar dari kegagalan, seorang muslim jangan terjatuh pada lubang yang sama. Perjuangan ini adalah jalan yang panjang, sehingga diperlukan strategi dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang siap melanjutkan estafet perjuangan ini. Ditambahkan kesabaran dan keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya khilafah akan tegak kembali. Tugas kita adalah berusaha Allah, Rasul dan orang-orang beriman akan melihat jerih payah kita. (Anwar-an-najah)