Jika Shaf Telah Penuh

0

Jika Shaf Telah Penuh.

๐Ÿ“’ Pertanyaan :
Bagaimana solusinya jika kita masuk masjid sedang shof sudah penuh ?

๐Ÿ“’ Jawaban :
Jika anda masuk masjid sedang shof sudah penuh, maka berusahalah untuk mencari shof yang agak renggang untuk kemudian berusaha masuk dalam shof, walaupun dengan menggeser sebagian jamaโ€™ah yang sedang sholat. Jika tidak bisa karena benar-benar padat, maka berusahalah untuk menembus shof untuk bisa berdiri dan sholat di samping imam. Jika benar-benar tidak bisa juga karena jamaโ€™ah sangat banyak, maka silahkan untuk berdiri sendiri di shof paling belakang, dan insya Allah sholat anda sah, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wata’ala:

โ€œMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmuโ€œ ( Qs At Taghabun : 16 )

๐Ÿ“’ Pertanyaan
Apa hukumnya seseorang yang menarik salah satu jamaโ€™ah yang ada di shof depan agar mundur dan berdiri di shof belakang bersamanya ?

๐Ÿ“’ Jawaban :
Ada sebagian ulama yang membolehkan perbuatan tersebut, tetapi kalau kita teliti ternyata hadist yang menerangkan hal itu adalah hadist lemah. Hadist tersebut berbunyi :

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ยซ ุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽูู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽู…ูŽ ุŒ ูู„ูŠุฌุฐุจ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ูŠูู‚ููŠู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูŽู†ู’ุจูู‡ู.

Dari Ibnu Abbas Radiaallahu Anhu berkata, “Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu tidak mendapatkan shaf karena sudah sempurna (penuh), maka hendaklah ia menarik kepadanya seorang laki-laki supaya berdiri di sampingnya.” (Hadist Lemah Riwayat Thabrani).

Begitu juga hadist yang berbunyi :

ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุงุจูุตูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุจูŽุฏ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู:ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฎูŽู„ู’ููŽ ุงู„ุตูŽูู‘ู ูˆูŽุฌูŽุฏูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู’ู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : “ุฃูŽู„ูŽุงุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชูŽ ููู‰ ุงู„ุตูŽูู‘ู ,ุฃูˆุฌุฐุจุช ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ู…ูŽุนูŽูƒูŽ ุŸุฃูŽุนูุฏูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ”

Dari Wabidhah bin Ma’bad Radiyallahu Anhu,”Bahwasanya ada seorang laki-laki shalat sendirian di belakang shaf, maka Nabi Sallallahu Alaihi wasallam berkata kepadanya, “Apakah kamu sudah masuk ke dalam shaf atau engkau telah menarik seorang laki-laki untuk shalat bersamamu? Maka ulangilah shalat.” (HR. Abu Ya’la dan di dalam sanadnya ada kelemahan )

Selain dua hadist di atas derajatnya lemah, perbuatan menarik salah satu jamaโ€™ah untuk berdiri di shof belakang bisa mengganggu konsentrasi orang yang sedang sholat. Bahkan hal ini bisa membawa fitnah jika yang ditarik tidak paham dan merasa diganggu sholatnya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang membatalkan sholatnya karena berkeyakinan bahwa pindah tempat dan berjalan kebelakang termasuk sesuatu yang membatalkan sholat.

Dengan demikian, jika berdiri sendiri di shof belakang, dianjurkan untuk tidak menarik salah satu jamaโ€™ah kebelakang, tapi cukup dia berdiri sendiri jika memang tidak ada tempat lagi, dengan harapan ada jamaโ€™ah lain yang menyusul dan bergabung dengannya. Jika ternyata sampai akhir sholat tidak ada jamaโ€™ah lain yang bergabung, maka insya Allah sholatnya tetap sah, sebagaimana yang telah diterangkan di atas.

Wallahu A’lam
Dijawab oleh DR. Ahmad Zain An-Najah, MA.