Memandu dengan ilmu

KAMMI: Kelompok LGBT tidak Layak Beraktivitas di dalam Kampus

0

madina.or.id – Pendapat Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir yang juga disepakati oleh ketua MPR RI Zulkifli Hasan tentang larangan keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) masuk kampu, mendapat sambutan baik dari Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) M. Maulana S. A.

“Saya sangat mendukung pernyataan dari M. Nasir dan Zulkifli Hasan, kelompok LGBT seperti Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) memang tidak layak mengadakan acara di dalam kampus, karena bertentangan dengan norma masyarakat dan tentunya akan sangat meresahkan” ujarnya dalam rilis kepada Islampos, Ahad (25/1).

Maulana juga menjelaskan bahwa LGBT sangat bertentangan dengan nilai Budaya Bangsa dan nilai Pancasila. Menurutnya, pada prinsip-prinsip dasar dalam pembukaan (prambule) UUD 1945 dinyatakan jelas bahwa kemerdekaan rakyat Indonesia “atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa” dan cara Negara mencapai Tujuan nya adalah bahwa negara Indonesia terbentuk dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka, LGBT di antaranya merupakan sebuah aktivitas yg bertentangan dengan nilai dasar dan nilai luhur budaya Bangsa dalam Pancasila,” tegasnya.

Adapun tentang maraknya kemunculan kelompok-kelompok LGBT akhir-akhir ini, Maulana menegaskan bahwa dirinya akan mengkoordinasikan kepada anggota-anggota KAMMI seluruh Indonesia untuk turut aktif mencegah masuknya kelompok tersebut di dalam kampus.

“Untuk itu, saya akan mengkoordinasikan kepada anggota KAMMI yang ada di kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk menjaga kampus agar tidak mudah disusupi kelompok-kelompok yang bertentangan dengan Budaya dan Nilai Bangsa,” jelasnya.

[Islampos]