Memandu dengan ilmu

Kesalahan-kesalahan ketika berbuka puasa (ifthar)

0

Ifthar merupakan waktu di saat seorang muslim melepaskan rasa lapar dan dahaganya serta dapat melakukan hal-hal yang jika dilakukan di siang hari, maka puasanya akan batal. Namun selain hal-hal yang membatalkan puasa terdapat pula beberapa perkara yang menyelisihi etika orang yang sedang berpuasa dan ibadah puasa itu sendiri, di antaranya:

Pertama, Mengakhirkan ifthar setelah masuk waktunya, hal ini menyelisihi sunnah agar menyegerakan ifthar ketika telah masuk waktunya, sebagaimana sabda Nabi saw beliau bersabda: “Manusia masih dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (Muttafaqun Alaih)

Kedua, Sebagaian orang tidak berbuka puasa hingga mu’adzin selesai mengumandangkan adzan, sebagai bentuk kehati-hatian, hal ini termasuk sikap berlebihan dan memaksakan diri, yang tidak diinginkan dari seorang hamba.

Ketiga, Termasuk kesalahan orang berpuasa adalah sibuk dengan berbuka sehingga lupa untuk menjawab adzan, padahal yang disunnahkan bagi orang yang berpuasa dan selainnya untuk menjawab lantunan adzan, yaitu mengucapkan sebagaimana yang diucapkan mu’adzin, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Apabila kalian mendengar suara adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan mu’adzin.” (Muttafaq Alaih)

Keempat,Sebagian orang yang berbuka puasa lupa untuk mengucapkan do’a ifthar, padahal waktu ini di antara waktu dikabulkannya do’a, di antara hal yang sangat disayangkan adalah seorang hamba kehilangan waktu yang besar ini, Nabi saw bersabda: “Tiga do’a yang tidak akan ditolak; Do’a orang tua, do’a orang yang berpuasa, dan do’a orang yang sedang bersafar.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani). Apabila Nabi saw berbuka puasa beliau berdo’a : “Dzahaba dzama’u, Wabtalatil ‘Uruqu, Wastabatal Ajru In Syaa Allah.”

Kelima, Termasuk kesalahan adalah terlalu banyak menyediakan menu-menu makanan dan minuman ifthar tanpa keperluan, sehingga dikhawatirkan termasuk sikap israf (berlebih-lebihan) yang dilarang oleh Allah saw, karena berlebihan dalam makan dan minum mengakibatkan seseorang berat untuk melaksanakan ibadah shalat dengan khusyu’, maka ini bertentangan dengan disyariatkannya puasa.

Keenam, berbuat sesuatu yang diharamkan Allah seperti mencela dan ucapan keji dan kotor lainnya, tidak diragukan bahwa puasa adalah waktu yang agung untuk menghindari hal-hal ini, melatih manusia meninggalkan kebiasaan buruk yang berulang-ulang, barangsiapa dapat meninggalkan perbuatan itu di siang hari, maka tidak sulit baginya –tentunya dengan kesabaran dan niat kuat- untuk menghindarinya di waktu malam, hingga sampai akhir Ramadhan ia telah terbiasa untuk meninggalkannya, dan mudah baginya untuk melaziminya.

Inilah beberapa kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika berbuka puasa. Semoga kita dapat menjadikan ibadah puasa Ramadhan sebagai ladang amal. Wallahu ‘alam. (Diterjemahkan dari Islamweb.net; Akhtha’ Fil Ifthar)

MADINA –Majelis Dakwah Islam Nusantara-