Memandu dengan ilmu

Majelis Ilmu Madina Bersama Ulama Saudi, Syaikh Dr. Mubarak bin Hamd

0

Madina bekerjasama dengan Yayasan At Thibb  Indonesia, mengadakan majelis ilmu bersama ulama Saudi, Syaikh Dr. Mubarak bin Hamd bin Hamd Asy Syarif. Beliau adalah dosen pada Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud dan pejabat di Kementrian Pendidikan Tinggi Kerajaan Arab Saudi.

Majelis ilmu ini diadakan di beberapa tempat : Masjid Al Hakim Menteng, Jakarta Pusat, Pesantren Kafila, Islamic Centre Al Islam, Kampung Sawah dan Masjid Al Ihsan Jakapermai, Bekasi. Program ini merupakan awal langkah komunikasi dan kerjasama dengan ulama Timur Tengah.

Dalam majelis ilmu yang yang bertempat di masjid Al Ihsan Jakapermai, Bekasi, Ahad 12 Nopember 2016, syaikh menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah melakukan demo pembelaan terhadap al-quran. Menjawab pertanyaan salah satu peserta bagaimana tanggapan ulama timur tengah dengan kasus yang sedang terjadi di Indonesia tentang penistaan al-quran, beliau menjawab tidak hanya ulama, setiap muslim harus marah dengan penghinaan terhadap al-quran dan kita harus membelanya. Demikian juga ketika syaikh ditanya apa hukum demo tanggal 4 nopember lalu, beliau menjawab hukum demo tidak selalu dilarang. Adakalanya dilarang disuatu tempat tapi diperbolehkan bahkan diharuskan di tempat lain. Apa yang dilakukan muslim Indonesia pada aksi 4 nopember lalu adalah bentuk kecintaan muslim pada al-quran dan islamnya.

Dalam kajian dengan tema “hidup di bawah naungan al quran”  bekerja sama dengan Yayasan At Thibb tersebut, syaikh menjelaskan tentang nikmat yang sangat besar yaitu nikmat dalam keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala. Beliau juga menjelaskan tentang perbedaan seorang muslim dan seorang kafir. Seorang muslim akan mendapatkan ketenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sedangkan orang kafir akan mengalami tekanan dalam hidupnya di dunia dan mendapat siksaan di akhirat.

Ketika syaikh ditanya bagaimana pendapat syaikh dengan terpilihnya Donal Trump sebagai presiden Amerika dan pengaruhnya bagi umat Islam, beliau menjawab singkat, pemerintahan belum diserahkan kepada dia. Namun beliau menyarankan kepada umat Islam untuk sennatiasa membela Islam dari upaya musuh-musuh Allah.

Majelis Ilmu yang dihadiri ratusan peserta ini, dipandu oleh penerjemah ustadz Muhajirin, Lc, dai Madina.

7 8 5 2