Mandi Tidak Selalu Menggantikan Wudhu

0

Pertanyaan

Ustadz, setiap pagi dan sore saya terbiasa mandi dengan membasahi rambut sama seperti mandi besar. Setelah mandi seperti itu, dimana saya tidak berjunub, haruskah saya berwudhu lagi untuk mengerjakan shalat?

Danang – Solo

Jawaban

 

Ketika seseorang mandi dengan membasahi seluruh tubuhnya termasuk kepalanya, ada empat kemungkinan. Pertama, dia mandi dengan niat menyegarkan badan. Kedua, dia mandi dengan niat menyucikan dirinya dari hadats besar –dan ia memang berhadats besar atau selesai haid, selesai nifas, dan perkara-perkara yang mengharuskan mandi janabat. Ketiga, dia mandi dengan niat melaksanakan sunnah sebelum melaksanakan shalat jum’at atau perkara-perkara lain yang karenanya ia disunnahkan mandi seperti mandi janabat. Dan keempat, dia mandi dengan niat menyucikan diri dari hadats besar padahal ia tidak dalam keadaan yang mengharuskan untuk mandi janabat atau karenanya ia disunnahkan mandi seperti mandi janabat.

Untuk yang pertama ia boleh melakukannya. Untuk yang kedua ia memang harus melakukannya- dan tidak perlu berwudhu meskipun ia tidak membasuh anggota wudhu dengan tertib. Untuk yang ketiga ia sunnah melakukannya, tetapi ia tetap harus berwudhu untuk menyucikan dirinya dari hadats kecil. Kecuali jika sebelum atau di dalam mandinya ia membasuh anggota wudhu secara berurutan dan dengan niat wudhu. Sedangkan untuk yang keempat ia tidak boleh melakukannya. Maknanya, jika ia mandi seperti mandi besar ia tidak boleh berniat untuk menyucikan diri dari hadats besar. Jika pun ia melakukannya mandinya tidak sah sebagai penyuci dirinya dari hadats, sehingga ia tetap harus berwudhu.

Demikianlah pendapat ulama dan ini dapat kita baca dalam Syarh Mukhtashar al-Khalil karya al-Kharsyi, 1/175; Hasyiyah ash-Shawi ‘ala Syarh ash-Shagir, 1/173-174; Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Bazz, 10/173-174 dan 10/175-176. Wallahu a’lam.

 

Sumber:  Majalah Fikih Islam Hujjah edisi 12 hal. 37