Memandu dengan ilmu

Memaknai Shiratal Mustaqim | Khutbah Jum’at

0

Memaknai Shiratal Mustaqim

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا صِرَاطَهُ الْمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ اْلأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَ الصِّدِيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَ حَسُنَ أُوْلٓـئِكَ رَفِيْقاً. أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

 

Saya wasiatkan kepada diri pribadi dan saudara-saudara seiman dan se-Islam. Marilah kita berusaha mengisi sisa-sisa usia kita dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT agar Allah senantiasa membimbing kita diatas jalan-Nya Shiraatal Mustaqim. Paling tidak dalam keadaan normal kita ucapkan 17 kali dalam sehari semalam sesuai bilangan shalat fardhu yang wajib dikerjakan setiap muslim.

Belum lagi kalau dia menambah dengan shalat sunnah seperti qiyamullail, shalat Dhuha dan shalat sunnah yang lainnya.

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Abu Abdullah al-Qurthubi di dalam tafsirya menerangkan, bahwa surat dan do’a ini merupakan do’a yang paling utama di dalam al-Qur’an yang dimohonkan oleh setiap muslim di dalam shalatnya dibanding dengan do’a-do’a yang lain.

Apa itu Shirathal Mustaqim? Permintaan kita kepada Allah agar mengkaruniakan kepada kita jalan yang lurus. Allah SWT menerangkan di dalam firman-Nya yang tercantum di dalam Surat al-An’am ayat 153.

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”.

Keterangan ini juga dijelasakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud:

Suatu ketika Rasulullah menggambar sebuah garis dan seraya bersabda, “Ini jalan Allah yang lurus” kemudian Rasulullah menggambar di sebelah kanan dan kirinya beberapa jalan seraya bersabda, “Di atas jalan-jalan ini syetan gentayangan mengajak kalian untuk mengikutinya yang akhirnya kalian akan terjebak kepada kesesatan yang ujungnya adalah neraka.”

Muhammad al-Hanafiah yang diterangkan bertubuh tinggi, besar dan kekar mengatakan, “Yang dimaksud dengan  jalan yang lurus adalah agama Islam, al-Qur’an dan as-Sunnah Rasulullah yang sebesar apapun amalan yang dikerjakan kalau menyimpang dari jalan ini tidak akan diterima.”

Setiap orang Islam bisa berbicara al-Qur’an dan as-Sunnah. Bahkan orang Syi’ah di bawah pimpinan Ayatullah Khumaini mengatakan, “Tidak ada barat, tidak ada timur semuanya Islam, semuanya berpegang kepada al-Qur’an”. Qur’an versi Khumaini yang adalah keluar dari Islam telah menolak sekaligus menyatakan bahwa Mushaf Utsmani adalah palsu. Yang benar adalah mushaf Ali bin Abi Thalib. Padahal sampai hari ini mereka tidak bisa menunjukkan mushaf Ali bin Abi Thalib.

Itulah sebabnya yang dimaksud dengan al-Qur’an dan As-Sunnah menurut ulama’ salaf yang terkenal bernama Abu ’Aliyah, beliau mengatakan, “Berpegang kepada al-Qur’an dan as-As-Sunnah berdasarkan apa yang diajarkan Rasulullah, berdasarkan pendapat para sahabat dan para tabi’in.”

Kalau memahami al-Qur’an dan as-As-Sunnah dibiarkan sesuai selera kelompok,  dibiarkan berkembang sesuai pendapat masing-masing golongan, maka yang terjadi seperti hari ini. Semuanya mendakwahkan diri beriltizam kepada al-Quran dan as-As-Sunnah versi kelompok masing-masing.

Padahal satu-satunya orang yang paling paham dengan a-Qur’an adalah Rasulullah dan satu-satunya generasi yang paham  al-Qur’an dan as-As-Sunnah setelah Rasulullah adalah para sahabat, para tabiin dan tabiuttabi’in.

Itulah sebabnya Abu Qatadah, seorang tabi’in yang sangat terkenal mengatakan,

”Ketahuilah  kebenaran itu hanya satu. Yaitu kebenaran yang datang dari Rasulullah  yang dijelaskan oleh generasi  yang paling paham al-Qur’an dan as-As-Sunnah yaitu murid-murid Rasulullah.”

Satu-satunya jalan yang benar itu adalah Islam yang dipahami oleh para sahabat.  Selainnya adalah jalan setan yang semuanya -meskipun embel-embelnya adalah Islam- tetap mereka sesat kerena tidak mengacu kepada pendapat para sahabat, tabi’in, tabiuttabi’in dan pendapat salafush shalih.

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Yang dimaksudkan oleh Rasulullah jalan yang berada di sekitar sabilullah adalah jalannya orang-orang Yahudi, Nashrani, Majusi dan jalannya para ahlul bid’ah seperti kelompok Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah.

Dan yang paling besar adalah kelompok Syi’ah yang masing-masing mengaku Islam. Padahal mereka telah keluar dari apa yang dijelaskan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Itulah kenapa Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu berpegang teguh kepada al-Qur’an agar kita tetap berada di atas jalan yang lurus.

Allah berfirman,

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖإِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Berpegang teguhlah kamu kepada Islam yang telah diwahyukan kepada kamu. Dari sana kamu akan berada diatas jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf: 43)

Kita dapati hari ini ummat tercerai-berai kepada kelompok-kelompok yang sekilas menampilkan Islam. Padahal pada hakekaktnya pemahamannya salah. Seperti kelompok JIL, Inkarus-Sunnah, Syi’ah dan lain sebagainya.

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Contoh kecil yang hari banyak dibicarakan, persoalan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena pengaruh minuman keras, narkoba, warnet, pergaulan bebas atau karena pengaruh televisi.

Persoalan ini telah jelas bahwa pelecehan seksual adalah persoalan yang menyimpang dari aqidah yang benar.

Kalau kita dengar beberapa pendapat tokoh-tokoh, semuanya tidak ada yang mengacu kepada al-Qur’an. Padahal yang mengucapkan adalah orang-orang yang ditokohkan sebagai tokoh Islam.

Ada yang mengatakan, “Pelaku sek harus dikebiri”. Pengurus ICMI mengatakan, “Pelaku sek terutama kepada anak-anak harus dihukum mati”. Saya mendengarkan dari Radio, ketua MUI kabupaten Lebak provinsi Banten KH. Ahmad Khudhori mengatakan, “Pelaku seksual harus dihukum 30 Tahun.”

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Ini semua adalah tokoh-tokoh Islam tetapi mereka bersebrangan dalam memandang persoalan yang telah disepakati dikalangan ulama’ Islam.

Allah berfirman dalam Surat an-Nur ayat 2,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖوَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖوَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Pezina yang masih lajang, dera mereka dengan hukuman cambuk seratus kali dan jangan sampai perasaan belas kasihan menyebabkan kalian menghindari hukuman itu. Terapkan itu, karena itu syari’at Allah, kebenaran yang mutlak!

Tetapi orang lebih memilih dengan hukuman mati atau hukuman 30 tahu  penjara. Dalam hal ini mereka telah menyimpang dari hukum Allah yang tercantum di dalam surat an-Nur ayat 2 dan itu jelas sesat menyesatkan.

Ikhwani fiddin arsyadakumullah

Jangan sampai kita  mengedepankan akal dan meninggalkan al-Qur’an. Karena akal adalah ciptaan Allah.

Pencipta akal menegaskan, kalau pezina itu masih lajang, deralah seratus kali. Tapi kalau sudah menikah maka dirajam sampai mati.

Itu adalah hukum Allah yang tercantum di dalam al-Qur’an. Al-Qur’an yang anda letakkan di atas kepala ketika anda dilantik, dijadikan mahar ketika menikah, bahkan dijadikan sebagai suatu hiasan di dalam rumah.

Ihdinash Shiratal Mustaqim. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Jalan yang lurus itu adalah Islam. Islam adalah al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, tabiuttabi’in. Islam menurut pemahaman ahlussunnah wal jamaah bukan menurut aliran-aliran sesat terlebih lagi Syi’ah.

 

Khutbah kedua

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Ada tugas besar untuk mengingatkan saudara-saudara yang mengaku Islam tapi telah meninggalkan al-Qur’an. Selain juga kita berkewajiban untuk menjelaskan konsep Islam di dalam mengatur masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, baik dari ayat-ayat hukum, ayat-ayat warisan, ayat-ayat pernikahan dan sunnah Rasulullah.

Demikian khutbah pada siang hari ini dan kita akhiri dengan berdo’a kepada Allah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِنَا مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

Ust. Abdullah Manaf Amin