Memandu dengan ilmu

Membangun Potensi Diri

0

Pertanyaan

 

Ustadz, bagiamana caranya membangun potensi diri, karena selama ini orang tua selalu meragukan dan meremehkan kemampuan saya, sehingga mengakibatkan saya menjadi pesimis setiap akan melakukan suatu pekerjaan, padahal saya mampu. Apa yang harus saya lakukan ustadz?

Helmiati – Sumatra Barat

 

Jawaban

Ukhti Helmi yang dirahmati Allah, semoga Allah memberi kekuatan kepada anti untuk berjuang mengukir prestasi di dalam hidup ini. Apa yang anti alami, wallahu a’lam, adalah masalah kurangnya rasa percaya diri, yaitu bagaimana anti memandang diri sendiri ‘tidak’ memiliki kemampuan untuk menghadapi  berbagai tantangan yang ada. Anti merasa menjadi orang yang tidak percara diri serta tidak punya potensi. Mungkin juga anti sering merasa rendah diri dan pesimistis. Padahal, rasa percaya diri akan menentukan antusiasme, semangat dan motivasi diri, juga prestasi dan keberhasilan kita di masa mendatang.

Kepercayaan diri, sesungguhnya dibentuk oleh tarbiyah yang kita terima. Melalui interaksi dengan orang tua, keluarga dan lingkungan dengan berbagai macam kejadian dan pengalaman yang kita alami. Dan kalau orang tua sebagai orang paling berpengaruh sering memberi penilaian  negatif, baik dengn kata-kata maupun sikap, kemudian terjadi dengan pengulangan yang intens, maka mereka sesungguhnya telah membangun harga diri yang rendah bagi putra putri mereka. Biasanya hal ini terjadi karena orang tua tidak bisa menerima anak-anak mereka apa adanya, karena memiliki standar capaian yang kelewat tinggi. Apa yang mereka lakukan seringkali adalah bentuk kekecewaan akan prestasi anak yang tidak seperti mereka harapkan. Atau karena mereka tidak tahu cara mendidik anak yang baik.

Adapun keadaannya sekarang, kita bisa melakukan pemograman ulang agar rasa percaya diri kita menjadi lebih baik. Hal ini harus kita lakukan dengan tindakan yang nyata. Misalnya dengan mengingat kisah sukses, memperjelas tujuan hidup, berpikir positif, mencari lingkungan yang dipenuhi kata-kata positif, menyadari kelebihan dan kekurangan, terus menggali potensi diri, serta belajar berani mengambil resiko. Dan lakukanlah secara kontinyu agar memberi hasil yang nyata.

Untuk orang tua, doakan selalu kebaikan bagi mereka. Sebab itu jauh lebih baik daripada menyalahkan dan menyesali apa yang telah terjadi.

Sukses untuk anti dan semoga bermanfaat.

Sumber: Majalah arrisalah edisi 70 hal. 38