Membantu Saudara Yang Malas-Malasan

0

Membantu Saudara Yang Malas-malasan

Pertanyaan :

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh. Ustadz saya mau bertanya, saya punya saudara yang sering minta bantuan untuk kebutuhan rumah tangganya mulai dari pinjaman uang dan lainnya dan kami telah memberikan permintaannya itu selama 2 tahun termasuk juga bantuan usaha, namun sikap saudara yang kami bantu suka bermalas-masalan dalam berkerja, dan hanya suka meminta-minta saja. Bagaimana sikap terbaik kami?

Jawaban :

alhamdulillah wasshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du.

Menolong saudara sesama muslim yang membutuhkan bantuan, terlebih jika masih ada hubungan kekeluargaan merupakan hal yang utama dan diperintahkan dalam Islam.

Sebagaimana sabda Rasulullah :

الصدقة على الفقير صدقة، وعلى ذي الرحم اثنتان؛ صدقة وصلة

“Bersedekah kepada orang fakir akan mendapat satu pahala, sedangkan jika orang fakir tersebut masih keluarga maka mendapat dua pahala; pahala sedekah dan pahala sillaturrahmi.” (HR. Tirmidzi 168)

Namun sedekah tidak harus berbentuk uang, namun bisa berupa jasa atau lainnya.

Terlebih jika orang yang kita bantu seperti kasus yang disebutkan oleh penanya, perlu cara lain dalam membantunya. Sebab, jika salah dalam memberikan bantuan justru itu tidak baik bagi mereka, seperti hanya memberi bantuan uang kepada orang yang malas berkerja sehingga menambah dirinya menjadi pemalas.

Lebih dari itu, kewajiban kita untuk membantu orang ada batasannya. Jika setelah dibantu untuk berkerja dan lainnya namun ia tetap bermalas-malasan, maka kewajiban kita telah gugur.

Ketika kita menahan bantuan untuk orang yang malas berkerja bukan berarti kita tidak peduli atau ingin menzalimi, tapi sebagai pendidikan untuk mereka agar mau berkerja dan meninggalkan sifat malas.