Memandu dengan ilmu

Mendapat Jaminan Akibat Penjagaan

0

Mendapat Jaminan Akibat Penjagaan

 

عَنْ عبدِ الله بنِ عبَّاسٍ رضي الله عنهما قالَ : كُنتُ خَلفَ النَّبيِّ صلى الله عليه وسلم فقال : يا غُلامُ إنِّي أعلِّمُكُ كَلماتٍ : احفَظِ الله يَحْفَظْكَ، احفَظِ الله تَجِدْهُ تجاهَكَ.

Dari ibnu Abbas berkata: “Aku pernah berada di belakang (dibonceng) Rasulullah pada suatu hari, beliau bersabda: “Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya di hadapanmu.” (HR. Tirmidzi)

Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, ini adalah kalimat yang diajarkan Nabi Muhammad kepada Ibnu Abbas ketika masih kecil, umurnya belum genap sepuluh tahun. Meskipun masih kecil, beliau sudah bisa memahami kalimat yang diajarkan Rasulullah ini. Tidak mungkin Allah butuh dijaga oleh makhluk-Nya, akan tetapi maksudnya adalah jagalah agama Allah maka Allah akan menjagamu.

 

Jagalah Allah

Menjaga agama Allah terkait dengan diri kita adalah dengan penjagaan akidah (mentauhidkan Allah), menjaga batasan-batasan-Nya, mematuhi perintah dan menjauhi larangan serta menunaikan hak dan menghiasi diri dengan adab dan akhlak yang karimah.

Jaga Tauhid

Balasan itu sesuai dengan amalan. Apabila seseorang menjaga akidahnya tidak melakukan kesyirikan dan berupaya ikhlas dalam setiap amal shalehnya, maka ia akan dijaga dan dipuji Allah serta mendapatkan kenikmatan di dunia dan akhirat. Namun bila sebaliknya, tidak ikhlas dalam setiap amal dan menduakan Allah dalam peribadatan, maka murka dan adzab yang akan didapat.

Jaga Thaharah Dan Shalat

Thaharah dan shalat adalah perkara yang wajib dijaga oleh setiap muslim. Bila wudhu bisa kita jaga setiap saat, maka kita dikatagorikan oleh Rasulullah sebagai mukmin. Karena hanya mukminlah yang bisa menjaga untuk senantiasa dalam keadaan  wudhu (laa yuhaafidhu alal wudhu illa mukmin). Begitu pula menjaga shalat, Allah menyebutkan sifat-sifat orang mukmindalam surat Al Mukminun dari ayat 2 sampai 9, dibuka dengan yang khusyuk shalatnya’ dan ditutup dengan yang senantiasa menjaga shalat-shalatnya.’

Orang mukmin mendapatkan kenikmatan yang kekal di surga lagi dimuliakan, mereka adalah yang disifatkan oleh llah dalam surat al Ma’arij dari ayat 22 sampai 34, dibuka dengan yang daim shalatnya’ yaitu yang menjaga waktu-waktunya, syarat-syaratnya dan perkara-perkara yang menyempurnakannya. Dan diakhiri dengan yang senantiasa menjaga shalatnya.

Jaga Anggota Badan

Anggota badan yang telah di sempurkan Allah ini pun perlu dijaga, karena Allah akan meminta pertanggungan jawab. Setiap yang masuk ke dalam perut membutuhkan setiap anggota badan ini harus jelas kehalalannya, lisan, mata, dan telinga harus dijaga fungsinya dan diarahkan untuk senantiasa beribadah kepada Allah serta menjauhi segala yang dilarang-Nya. Kaki, tangan dan kemaluan harus dijaga untuk tidak melampaui batasan Allah.

Rasulullah bersabda:

Hendaklah kalian malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Barangsiapa yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka hendaklah ia menjaga kepada dan apa yang ada padanya, hendaklah ia menjaga perut dan adap yang dikandungnya, dan hendaklah ia selalu ingat kematian dan busuknya badan. (HR. Tirmidzi, hadits hasan lighoirihi takhrij Al Albani)

 

Maka Allah Akan Menjagamu

Jika kita menjaga agama Allah, maka Allah akan menjaga agama kita. Menjaga keimanan dari kekafikan dan kemunafikan serta dari setiap syubhat dan syahwat yang bisa merusak i’tikad dan amal shaleh, inilah penjagaan Allah yang terpenting bagi setiap hamba.

Harta dan anak keturunan pun akan ikut terjaga, Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat 82 surat Al Kahfi, ‘ayat ini menjadi dalil, bahwa keshalehan orang tua menjadikan sebab terjaganya keturunan, dan ini juga meliputi keberkahan ibadah orangtua terhadap kebahagiaan anak baik di dunia maupun di akhirat, dengan mendapat syafaat dan diangkat derajatnya di surga.

Cara Allah Menjaga Kita

Penjagaan, dalam bahasa kita berarti tidak hilang atau terhindar dari sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun penjagaan Allah kepada hamba tidaklah selalunya sesuai dengan arti bahasa kita, kadang sesuai kadang sebaliknya. Mungkin kita mendapati suatu kesukaran dan sesuatu yang tidak menyenangkan, bahkan dengan lepasnya nyawa dari badan tapi itu semua adalah bentuk penjagaan Allah kepada kita, supaya kita mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Contohnya adalah Nabi Yusuf yang dipenjara namun terjaga dari fitnah wanita, atau para sahabat yang menemui kesyahidan di awal datangnya Islam, melayang jiwanya namun selamat agamanya.

Itulah arti ‘niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu,’ yaitu denga mendapatkan pertolongan, penguatan dan selalu diletakkan dalam kebenaran. Semua itu bisa didapat hamba bila ia menjaga agama Allah.

Dua kalimat (yang diajarkan Nabi kepada Ibnu Abbas) yang disambungkan dengan huruf athaf ini mengajarkan kepada kita akan pentingnya menggantungkan hati hanya kepada Allah dan berpaling dari selainNya dalam berharap kemanfaatkan dan menghindar dari kemadharatan. Semoga Allah senantiasa menjaga kita.

(ar risalah: 161)