Menyelaraskan Angan Dengan Amalan | Khutbah Jumat

0

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ ، نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُ

.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

أللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، أ للَّهُمَّ ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

 

Setelah memanjatkan puji syukur kehadirat Allah ta’ala dan bershalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, saya mengajak kepada diri saya pribadi dan juga jamaah sekalian, untuk selalu meningkatkan takwa kita kepada Allah. Takwa dalam artian melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena hanya ketakwaan itulah yang akan bisa menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Di dunia Allah akan memberikan barokah-Nya berupa ketenangan hidup, ketentraman, keluarga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dan di akhirat kelak kita akan dijauhkan dari panasnya api neraka dan dimasukkan ke dalam jannah-Nya.

 

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Setiap manusia di dunia ini memiliki angan-angan yang ingin direalisasikan menjadi sebuah kenyataan. Memiliki istri shalihah cantik jelita nan mempesona, rumah luas dengan fasilitas lengkap nan mewah. Dan di akhirat kelak digolongkan oleh Allah sebagai penghuni jannah-Nya, yaa… angan-angan inilah yang selalu diidam-idamkan oleh setiap manusia di dunia bisa hidup bahagia, di akhirat dimasukkan ke dalam jannah.

Tak menjadi persoalan mempunyai angan-angan yang tinggi, asalkan bisa diimbangi dengan amalan nyata yang akan menghantarkan kepada apa yang diinginkan, sangat menarik apa yang dikatakan oleh sahabat Ali radhiayallahu ‘anhu,

ترجو النجَاة وَلم تسلك مسالكها … إِن السَّفِينَة لَا تجْرِي على اليبس

“Kamu mengharapkan kesuksesan tetapi kamu tidak menempuh jalannya, maka ketahuilah sesungguhnya perahu itu tidak akan berlayar di atas daratan.”

Mustahil seseorang akan mendapatkan apa yang diinginkan kalau dia tidak mau beramal. Tidak mungkin orang akan bisa sukses kalau dia tidak mau bekerja. Mustahil orang akna bisa masuk jannah Allah tapi dia tidak mau mengerjakan apa yang Allah telah perintahkan, tidak amu menjauhi apa yang Allah larang. Seperti mustahilnya perahu berjalan di atas daratan atau seekor untuk masuk ke dalam lubang jarum, kecuali atas izin Allah.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Sekali lagi khotib mengingatkan kepada diri saya pribadi dan keada jamaah sekalian untuk selalu beramal dan beramal, sehingga apa yang kita inginkan bisa terwujud, terlebih untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh setiap manusia. Yaitu hidup bahagia di dunia dan di akhirat dimasukkan ke dalam jannah-Nya. Selama kita masih hidup maka masih sangat mungkin untuk bisa mencapai itu semua. Lain halnya kalau kita sudah meninggal, apa yang diangan-angankan tidak akan pernah terwujud selamanya. Oleh karenanya menyegerakan beramal menjadi suatu hal yang sangat penting sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang menyesal dikemudian hari, lantaran bekal yan dibawa ketika menghadap Allah sangat sedikit.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Mungkin ada yang bertanya, apa yang menjadi angan-angan orang yang sudah meninggal? Setelah melihat kenikmatan atau siksa Allah, terpambang di mata mereka?

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Orang-orang yang sudah meninggal dunia itu bermacam-macam. Ada yang khusnul khatimah ada ada juga yang suu`ul khatimah. Ada yang shalih dan adapula sebaliknya. Ada yang ditangisi kematiannya oleh manusia dan ada pula yang diharapkan kematiannya. Masing-masing orang memiliki angan-angan yang berbeda. Angan-angan mereka ini telah dijelaskan oleh Allah dan Rasulullah.

Pertama, orang-orang shalih ingin segera dibawa ke kuburannya setelah meninggalnya.

Disebutkan dalam shahih al-Bukhari dari hadits Abi Sa’ad al-Khudri.

إِذَا وُضِعَتِ الْجَنَازَةُ وَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ ، فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً ، قَالَتْ : قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي ، وَإِنْ كَانَتْ غَيرَ صَالِحَةٍ ، قَالَتْ : يَا وَيْلَهَا ، أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا ؟ يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلا الإِنْسَانَ ، وَلَوْ سَمِعَهَا الإِنْسَانُ لَصَعِقَ

“Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para laki-laki di atas pundak mereka, maka jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia berkata, “Bersegeralah kalian (membawa aku)!” jika ia bukan orang shalih, dia akan berkata, “Celaka, kemana mereka hendak membawanya?” jerita jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluk kecuali manusia. Seandainya manusia bisa mendengarnya, tentu mereka akan pingsan.” (HR. Bukhari)

Kedua, orang-orang berdoa agar kiamat dipercepat.

Disebutkan dalam hadits yang panang yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa ketika seorang di dalam kubur bisa menjawab pertanyaan dua malaikat kemudian datang kabar gembira dri Allah bahwa dia termasuk penghuni surga, maka hamba tersebut memohon agar hari kiamat dipercepat kedatangannya.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Ketiga, angan-angan orang yang mati syahid

Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan dari Rasulullah sabda beliau yang berbunyi,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَأَنَّ لَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ غَيْرُ الشَّهِيدِ فَإِنَّهُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنَ الْكَرَامَةِ

“Tidak ada seorangpun yang masuk surga kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid, dan dia tidak menginginkan apapun di dunia kecuali mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian terbunuh sebanyak sepuluh kali, ini disebabkan oleh kemuliaan (keutamaan mati syahid) yang dia saksikan.” (HR. Bukhari)

Inilah sebagian dari angan-angan orang yang telah melihat kemuliaannya di sisi Allah.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Lalu bagaimana angan-angan orang yang lalai semasa hidup mereka di dunia? Di antara angan-angan mereka adalah:

Pertama, melaksanakan amal shaleh

Angan-angan terbersar orang yang sudah meninggal dunia adalah bisa hidup kembali dan melaksanakan amal shaleh,

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mukminun: 99-100)

Kedua, mengeluarkan sedekah.

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”  (QS. Al Munafiqun: 10)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setiap orang yang lalai (di masa hidupnya) pasti akan menyesal di saat nyawanya akan dicabut. Ia memohon agar umurnya di perpanjang walau hanya sesaat untuk melaksanakan amal shaleh yang selama ini ia tinggalkan.”

Ketiga, Shalat dua rakaat

Ingin kembali hidup di dunia kemudian melaksanakan shalat sunnah dua rakat adalah di antara angan-angan orang yang suda meninggal yang dahulunya sering disibukkan oleh dunia, sehingga sering meninggalkannya. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَبْرٍ ، فَقَالَ : ” مَنْ صَاحِبُ هَذَا الْقَبْرِ ؟ ” فَقَالُوا : فُلانٌ ، فَقَالَ : ” رَكْعَتَانِ أَحَبُّ إِلَى هَذَا مِنْ بَقِيَّةِ دُنْيَاكُمْ

Rasulullah melewati sebuah kuburan, kemudian bertanya, “Siapa penghuni kuburan ini?” mereka menjawab, “Ini kuburan si fulan”, lantas Rasulullah bersabda, “Dua rakaat lebih dia cintai daripada dunia kalian.” (Shahibut Targhib wat Tarhib)

 

Khutbah Kedua

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Pada khutbah yang kedua ini kembali saya sampaikan qoul sahabat Ali

“Kamu mengharapkan kesuksesan tetapi kamu tidak menempuh jalannya, maka ketahuilah sesungguhnya perahu itu tidak akan berlayar di atas daratan.”

Marilah khutbah pada siang hari ini kita akhiri dengan do’a:

أللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ ، ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

 

Sumber: majalah hujjah

Oleh: Ustadz Muslih Abdurrahman