Meraih Kemenangan Di Waktu Subuh

0

Oleh: Ustadz Dede Nurjanata. S.Pd.I
(Da’i MADINA cabang Banda Aceh)

Jika dibandingkan dengan jumlah rakaat shalat fardhu lainnya, shalat subuhlah yang paling sedikit jumlah rakaatnya. Hanya dua rakaat, melaksanakannyapun tidak menghabiskan waktu lama. Namun ketahuilah shalat ini menjadi pembeda Antara Mukmin dan Munafik. Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan Rasulullah bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا.

“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya` dan subuh, Jikalau mereka mengetahui pahala keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (HR. Ibnu Majah no. 797, dishahihkan oleh Nashiruddin Al Albani)

Waktu subuh adalah waktu peralihan, peralihan dari Fase jahiliyah menuju fase kejayaan islam. Waktu subuh adalah waktu peralihan dari era jahiliyah menuju Tauhid. Perhatikan bagaimana kehancuran kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum Luth Yang Allah luluh lantakan di waktu subuh. Hal minkum Rojulun Rosyidd?.

Waktu subuh pula adalah saat Allah membagi-bagikan karunia dan Rezeki-Nya, warohmati wasiat kulla syain. Suatu hari di pagi buta Ibnu Abbas menegur putaranya yang masih tidur di waktu subuh, beliau berkata, “Wahai putraku, pantaskah engkau tidur padahal Allah swt sedang membagi-bagikan Rezeki-Nya? Seketika itu putranya bergegas bangun.

Duhai Alangkah indahnya jika kita bersama keluarga bergegas bangun menunaikan shalat subuh berjamah. Gerakan shalat subuh berjamaah hendaknya terus kita upayakan, saya yakin gerakan ini akan mampu menjadi perubahan yang signifikan bahkan berefek pada perubahan sosial yang sangat positif. Kemalasan harus segera diakhiri, tidur di waktu subuh tidak boleh menjdi agenda rutin kita.

Menurut Dr. Roghib As-Sirjani di Amerika menjadi hal yang biasa bila seminar diadakan pada pukul 05.00 dini hari, pesertanyapun datang jam 04.00 pagi. Pemandangan itu berbeda dengan kita di Indonesia, di suatu tempat ketika Bedah buku “Macet di Padang Mahsyar” digelar pukul. 09.00 pagi, pesertanya datang pukul 10.00 lebih. Pemandangan yg sangat kontras. Di Eropa masyarakatnya bangun pagi sambil jogging dan menuntun anjingnya di belakang, perhatikan bagaimana mereka Membiasakan anjingnya beraktiviatas di pagi hari.

Semoga Ini menjadi cambuk buat kita agar menjadikan waktu subuh waktu yang benar-benar produktif. Kemenangan itu ada di waktu subuh, sebagaimana do’a Rasulullah saw: ” Ya Allah berkahilah umatku diwaktu pagi hari mereka.” (HR. Abu Daud no. 2608, dishahihkan oleh Al Albani)

Waktu subuh merupakan kunci kemenangan jika Rasulullah hendak menyerang suatu kaum maka beliau menundanya hingga waktu subuh tiba. (HR. Bukhari no. 610 dan Muslim no. 382).
Pada masa penjajahan para pahlawan Islam berhasil mengusir penjajah Belanda dengan serangan subuh yang dulu kenal dengan serangan fajar. Untuk menaklukan Konstatinopel para mujahidin melalui komandan Muhammad Al-Fatih melakukan shalat subuh berjamaah kemudian berdo’a dengan do’a yang cukup panjang setelah itu para pahlawan Islam itu bergerak dan takluklah benteng Bizantium di Tangan mujahidin. Wal Izzatu lilah..

Mari raih kemenangan di waktu subuh dengan penuh keyakinan. Kita tidak akan menjadi pemimpin teladan, suami teladan jika shalat subuh sering Masbuq. Allahuma Inni Asalukal Huda wa Sadadd. Wallahu a’lam.

MADINA -Majelis Dakwah Islam Indonesia-