Merintis Dakwah Di Pinggir Samudera Hindia

Wiyata bakti Pusat Kaderisasi Da'i (PUSKADI) Madina

0

Madina – Siapa yang tidak mengenal daerah Bengkulu. Memiliki pantai yang luas langsung lepas ke samudera. Terkenal dengan keganasan ombaknya yang menggulung begitu tinggi. Begitulah lautan, pasti ada ombok. Kehidupan pasti ada ujian, begitu juga dengan dakwah. Apalagi bagi kami yang baru melangkah. Dakwah itu berat untuk di Bayangkan, juga berat untuk dijalankan namun berdakwah adalah sebuah kewajiban. Allah ta’lah berfirman.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110)

Tidak terasa sudah hampir 3 bulan yang lalu kami diwisuda PUSKADI (Pusat Kaderisasi Dai) Madina dengan membawa bekal ilmu yang kami miliki, tentu kami semua masih merasa kurang dengan hal-hal yang diajarkan oleh para asatidz kami, tetapi ‘ala kulli hal semua itu tetap harus kami terima dan jalani, sebagaiman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mewasiatkan kepada umatnya ‘sampaikanlah dari ku walau hanya 1 ayat’, inilah sebuah the power that changes our souls, sebuaah pesan singkat yang mempunyai makna yang berbobot, menggerakan hati kami semua untuk terus menyampaikan dakwah ini walau dengan berbekal ilmu yang kurang, jika kalau bukan dari hal yang kecil tidak mungkin terjadi hal yang besar dan jika bukan dari hal yang sedikit tidak mungkin terjadi hal yang banyak, Rasululah shalallahu ‘alaihi wasalam memperlihatkan kepada kita semua bagaimana kisah hidupnya kepada kita, dari pengikut yang sedikit sampai sampai jutaan, semoga insya Allah kita termasuk di dalamnya, dan dari dakwahnya yang hanya di mekah sampai meluas ke belahan bumi sana, itulah dakwah sebuah jalan yang ditapaki oleh orang-orang terdahulu kita sebuah jalan yang banyak rintangan dan cobaan memerlukan perjuangan dan pengorbanan yaitu suatu jalan yang harus kita tapaki untuk keberlangsungan islam yang kaffah ini.

Di pondok Al-Muslimun Desa pasar Pedati, Kec. Pondok Kelapa, Kab. Bengkulu Tengah kami ditempatkan. Sekitar 1 kilometer dari bibir pantai Bengkulu. Angin pantai samudera Hindia menjadi rintangan tersendiri. Walaupun usia pondok ini dibilang baru, santri-santri disini tetap semangat dalam menuntut ilmu. Kami diamanahi sebagai wakil TU dan mengajar tahsin.

Semoga Allah memudahkan dakwah kami dan memberikan keistiqomahan kepada kami (para asatidz), para santri dan kita semua hingga akhir hayat. Menjadikan amal yang kecil ini menjadi besar di sisi-Nya. Aamiin.

Mari Salurkan Donasi Terbaik Anda

BSM 7117 7117 27
a/n Yayasan Madina Indonesia
konfirmasi 081316000619