Metode Syaitan dalam Menggelincirkan Manusia

0

Diantara secuil potongan hadits yg diriwatkan Imam Bukhari dan Muslim berkaitan keutamaan Ramadhan adalah: “Shufidat as syayaathiin.” Artinya: “Syetan-syetan dibelenggu.”

Dibelenggu dalam arti yang sebenarnya. Meskipun Imam Al Qurthubi menyatakan bahwa yang dibelenggu tidak semua syetan akan tetapi syetan yang buruk, jahat dan membangkang. Diantara indikasi syetan dibelenggu pada bulan Ramadhan adalah:

1. Volume keburukan, kemaksiatan dan dosa berkurang. Hal ini akan dirasakan oleh orang yang berpuasa dengan memperhatikan syarat dan etika puasa.

2. Ketaatan meningkat, seperti; shalat malam, infaq, sedekah, tilawah Al Qur`an dan bentuk ketaatan-ketaatan lainnya.

Adapun keburukan, kemaksiatan dan dosa masih tetap ada di bulan Ramadhan meskipun kadarnya berkurang padahal syetan dibelenggu, hal ini dikarenakan;

1. Tadi sudah disebutkan bahwa tidak semua syetan dibelenggu.

2. Adanya jiwa yg memang rusak.

3. Adanya watak-watak manusia yang buruk, yang cenderung senang melakukan kemaksiatan.

4. Adanya syetan-syaitan berwujud manusia.

Adapun di antara metode syiatan dalam menggelincirkan manusia adalah:

1. Memoles kebatilan (kemaksiatan, keburukan dan dosa) menjadi indah. Demikian syetan menyatakan: “Akan aku jadikan (kebatilan) terlihat indah di muka bumi. Pohon yang diharamkan kepada Adam, dijadikan indah oleh syaitan sehingga Adam memakan dan melanggar larangan Allah.

Allah berfirman: “Tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk).” (QS. An-Nahl: 63)

Allah berfirman pula: “Dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk.” (QS. An-Naml: 24)

2. Membuat kubu yang sama-sama ekstrim. Kubu pertama: Malas, lalai dan meremehkan sementara kubu kedua: terlalu berlebihan dan ekstrim. ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata: “Tidaklah Allah memerintahkan satu perintah melainkan syaitan akan datang dengan membawa dua bisikan; sikap meremehkan dan sikap ekstrim.

3. Menjadikan manusia malas dan menunda-nunda kebaikan. orang yang malas bangun subuh, Nabi saw mengatakan orang itu telah dikencingi syaitan di kedua telinganya.

4. Syaitan menjanjikan janji palsu dan menjadikan manusia berangan-angan. Allah berfirman: “Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An-Nisa`: 120)

5. Menjadikan manusia lupa kepada Allah. Allah berfirman: “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al Mujadilah: 19)

Semoga dalam menjalankan ibadah shiyam Ramadhan kita dapat menghindar dari segala bentuk makar dan tipudaya syaitan. Wallahu ‘alam bis shawab.