Nusakambangan Mengaji

0

Nusakambangan Mengaji

Sabtu, 26 mei 2018- Nusakambangan tidak luput dari sasaran Semarak Dakwah Ramadhan Nusantara (Sahdan) Majelis Dakwah Islam Indonesia. Salah satu program Madina dalam pengiriman dai ke berbagai wilayah Indonesia untuk menjaga dakwah di setiap jengkal tanah.

Nusakambangan adalah sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) berkeamanan tinggi di Indonesia. Untuk mencapai pulau ini harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus yang dikelola oleh Kementerian Hukum dan HAM yaitu dari Pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang-lebih lima menit dan bersandar di Pelabuhan feri Wijayapura di Cilacap.

Ustadz Abdullah Azzam, salah satu Dai Sahdan yang dikirim Madina berkesempatan mengisi Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan di Lapas Kelas IIA Kembangkuning, Nusakambangan. Sesuai dengan agenda, pesantren kilat ini dimulai sejak 1 Ramadhan dan berakhir hingga 24 Ramadhan 1439 H.

Para peserta pesantren kilat tentu merupakan para napi. Ya para napi yang berjumlah 80-an, dengan penuh semangat dan antusias mendengarkan penjelasan dari Ust. Abdullah Azzam tentang bagaimana meraih kesempurnaan dalam shalat. Harapannya tentu dengan kajian in para peserta yang juga merupakan penghuni lapas Nusakambangan bisa mengerjakan shalat dengan sempurna sesuai yang Rasulullah ajarkan.(Rhofiq F)

Pada bulan Ramadhan tahun ini, tahun 1439 H/2018 M, Madina telah mengirimkan 75 dai untuk berdakwah di 65 titik dari Sabang hingga Merauke.