Memandu dengan ilmu

Pesan Kemuliaan Islam

0

Pesan Kemuliaan Islam

Syariat Islam diturunkan oleh Allah untuk dimenangkan dari ideologi batil secara total. Kemenangan yang bulat dan utuh, bukan kemenangan setengah hati atau parsial.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dia (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan bekal hidayah dan ideologi yang benar agar supaya (Allah) memenangkannya atas ideologi batil secara total meski kaum musyrik menghalanginya.” (QS. At-Taubah: 33)

Syariat Islam bila kita cermati, ternyata mengandung pesan itu. Pesan untuk menang secara total sehingga terhormat dan mulia. Kehormatan Islam dijaga betul oleh rangkaian syariatnya.

Mari kita perhatikan. Langkah pertama menyebarkan Islam adalah mendakwahkannya. Dan tema inti yang harus didakwahkan adalah tauhid, keharusan manusia hanya tunduk kepada Allah. Semua bentuk ketundukan kepada selain Allah harus dimusnahkan, baik ketundukan spiritual seperti tunduknya hati manusia kepada berhala, maupun ketundukan ideologis-sistemik kepada kekuasaan manusia yang liar tak terkawal syariat Allah.

Nabi saw menghantam pusat syaraf kemusyrikan zaman itu; penghambaan kepada berhala. Karena pusat syaraf yang dipukul, sontak semua tokoh dan rakyat jelata kompak memusuhi Nabi saw. Mereka pada akhirnya menggunakan jurus penyiksaan secara fisik.

Nabi saw mendapati situasi demikian sama sekali tak diperintahkan untuk negosiasi agar penyiksaan menurun. Sebab jika negosiasi dilakukan, tentu tak ada makan siang gratis; pasti ada bagian dari syariat yang dikorbankan demi mencari simpati kaum musyrik.

Nabi saw lebih memilih sabar menahan derita dibanding menegosiasikan Islam agar diridhai musuh. Pada puncak kebrutalan kaum musyrik, Nabi saw hijrah ke Madinah dalam rangka menjaga Islam tetap murni tidak jatuh dalam negosiasi yang hina.

Setelah hijrah, syariat berikutnya juga mengusung kemuliaan Islam. Syariat jihad, adu kekuatan senjata untuk mencari pemenang secara mutlak, bukan kemenangan semu yang rapuh sebagaimana jika kemenangan dihasilkan melalui negosiasi.

Kemenangan senjata adalah puncak kemenangan yang dikenal umat manusia. Dengan cara ini Islam dipelihara agar sesuai dengan standar kemuliaannya. Islam bisa diwujudkan dalam kehidupan manusia dalam potret utuh dan sempurna, tak ada bagian yang rusak sebagai dampak negosiasi antar manusia.

Beda sekali jika Islam dibawa oleh umatnya dengan meniti anak tangga kemuliaan bernama demokrasi. Sistem ini hanya menyediakan cara negosiasi, sehingga Islam selalu terluka sebagai dampak negosiasi. Dalam dunia negosiasi, tak mungkin orang bisa memperoleh bargainingnya secara total, pasti ada bagian yang dikorbankan. Istilah kerennya; win-win solution.

Islam hanya mau dimenangkan secara utuh tak ternoda, dan kekafiran kalah secara utuh pula. Jalannya adalah seperti yang dicontohkan Nabi saw; mendakwahkan Islam secara murni pantang negosiasi konten dakwah, sabar menanggung ujiannya, kalau perlu hijrah untuk menyelamatkan kemurniannya, lalu jihad untuk meraih puncak kemenangan sehingga Islam terus berada di tempat terhormat tak pernah dihinakan.

Persembahan terbaik hamba Allah adalah jika ia mampu memenangkan Islam dengan puncak kemenangan sehingga Islam utuh tak ada cacat, dan kekafiran runtuh total tak punya daya untuk melawan Islam. Dan Allah menjanjikan pertolongan bagi siapa yang berani menempuhnya.

Sumber:  telegram.me/islamulia