Rihlah Santri Mentawai di Pulau Panjang, Jepara

acara rihlah santri-santri asuh dari Mentawai dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

0

Alhamdulillah, pada Rabu (12/6/2019) acara rihlah santri-santri asuh dari Mentawai dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Berangkat dari Panti Asuhan Nur Hidayah, Genuk pukul 07.30 WIB, dan sampai di Pantai Bandengan pukul 10.00 WIB.

Sebelum sampai di Pantai Bandengan, anak-anak mampir dulu di Ponpes Al Muttaqin, Sowan Kidul untuj melihat-lihat dan mencari informasi penerimaan santri baru. Karena, ada 2 anak putra (Jodi dan Dedi) sudah lulus SMP Ponpes Daarul Istiqomah, Godong, Purwodadi dan rencananya akan melanjutkan ke Ponpes Al Muttaqin. Adapun 1 anak putri (Diana) yang juga sudah lulus SMP Daarul Istiqomah akan melanjutkan ke jenjang lanjutan di pondok yang sama.

Tidak lama di Ponpes Al Muttaqin, anak-anak segera menuju Pantai Bandengan yang jarak tempuhnya sekitar 30 menit dari Ponpes Al Muttaqin.

Sampai di Pulau Panjang anak-anak langsung menuju dermaga mencari kapal menuju Pulau Panjang yang lama perjalanannya kurang lebih 20 menit.

Rencana awal, anak-anak akan lebih banyak waktu di Pantai Bandengan, akan tetapi sesampainya di Pulau Panjang ternyata suasananya lebih mendukung untuk berenang. Akhirnya anak-anak pun segera mencebur ke pantai yang gelombangnya bersahabat.

Soal berenang di pantai tampaknya anak-anak Mentawai ini sudah terbiasa karena di kampung halamannya berenang adalah kebiasaan umumnya anak pantai.

Jam menunjukkan pukul 14.30 WIB. Cukup lama di Pulau Panjang. Saatnya, anak-anak kembali ke Pantai Bandengan dengan naik kapal. Sebagai info, ongkos naik kapal Rp 20.000,- sudah PP dari Pantai Bandengan ke Pulau Panjang. Masih cukup terjangkau.

Sebelum pulang ke Semarang, anak-anak menyempatkan membeli baju/kaos khas Pantai Bandengan.

Pukul 16.30 WIB anak-anak bertolak pulang ke Semarang.

Waktu Maghrib tiba, dan anak-anak baru sampai di kota Demak. Mumpung masih di Demak, anak-anak mampir di Masjid Agung Demak, masjid yang menyejarah dalam proses penyebaran Islam di tanah Jawa.

Anak-anak sholat Magrib dan ‘Isya dijama’ di Masjid itu.

Usai sholat, dilanjutkan dengan makan malam di alun-alun Masjid Agung Demak sampai sekitar pukul 19.30 WIB.

Setelah dirasa cukup, anak-anak melanjutkan perjalanan pulang. Dan sampai di Semarang pukul 20.30 WIB.

Perjalanan rihlah yang semoga menjadi obat rindu kampung halaman, menambah syukur dan semangat anak-anak belajar. Dan yang tidak kalah penting adalah kerasannya anak-anak selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Kami ucapkan, jazaakumullahu khairan kepada para donatur yang telah membantu program-program kami, Madina Indonesia.

Kita tidak tahu anak-anak kelak menjadi seperti apa. Yang kita tahu adalah proses harus terus berjalan, perjalanan masih panjang, do’a terus kita panjatkan dan ikhtiar terus kita maksimalkan.

Semoga anak-anak Mentawai ini menjadi generasi penerus dakwah Islam sesuai yang kita harapkan. Aamiin

(Abie Zaidan, Madina Cabang Semarang)