Sebuah Pertemuan Yang Tak Direncanakan

0

Sebuah pertemuan yang tak direncanakan

Kami bertolak dari kantor Madina cabang Poso Sulawesi Tengah pukul 14.00 WITA. Perjalananan di lokasi dakwah dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Jalan yang cukup menantang bagi seorang da’i. Sebab jalan yang belum akrab itu sangat terjal, mendaki dan penuh bebatuan yang tidak rata.

Setelah melalui aral rintangan di jalan, akhirnya tiba juga di Desa Weralulu. Lelah kami langsung terbayar dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungan yang indah. Tidak berapa lama, adzan ashar berkumandang. Segera kami mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Sunnah. Selanjutnya yang bertindak sebagai imam sholat berjamaah adalah ust Reza.

Lepas dzikir, ust Reza langsung mengucapkan salam kepada jamaah yang masih duduk-duduk di masjid. Sontak para jamaah langsung berkumpul dan merapat. Tampaknya beliau memperkenalkan program safari Ramadhan Da’i Madina. Para jamaah mendengar kan ulasan dengan penuh khidmat, yang pada pokok intinya adalah seruan memaksimalkan ibadah dan menjadi penopang kemajuan dakwah.

Da’i Romadhon pun dipersilahkan untuk memperkenalkan diri, ada sebuah pemandangan yang begitu mengharukan, ketika seorang kakek tua yang memperhatikan dengan seksama sosok anak muda yang ternyata berasal dari Bandung, Jawa Barat. Ia pun langsung berdiri menghampiri ustadz muda dengan mata berkaca-kaca. Sang kakek itu adalah Mang Adin, tetangganya yang dari kampung dan terlebih dahulu hijrah ke Poso.

Tangan mang Adin pun langsung di raih dan di ciumnya. Sontak kejadian tersebut menambah haru, terlebih ketika Kakek  meneteskan air mata bahagia, bertemu dengan orang satu kampung.

Selesai acara perkenalan di tutup, mereka langsung bercakap-cakap dengan bahasa Sunda. Di sebabkan cuaca sudah mulai gelap karena mendung akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Tamanjeka.

AlhamduliLlah ‘ala kulli haal