Secercah Cahaya Islam di Indonesia Timur

0

Secercah Cahaya Islam di Indonesia Timur

Indonesia di mata dunia juga dijuluki dengan negara seribu pulau. Karena memiliki jumlah pulau terbanyak di dunia. Dikutip dari Wikipedia, Indonesia memiliki sebanyak 17.504 pulau membentang dari Sabang hingga Merauke.

Salah satu dari ribuan pulau itu adalah pulau Solor. Pulau Solor merupakan sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Pulau ini dibatasi oleh Selat Lowotobi di barat, Selat Solor di utara, Selat Lamakera di timur, serta serta Laut Sawu di selatan.

Majelis Dakwah Islam Indonesia dengan program tahunannya, Semarak Dakwah Ramadhan Nusantara (Sahdan) sejak awal bulan Ramadhan telah mengirimkan dai ke pulau Solor yang jaraknya tak kurang dari 1.800 Km dari Ibukota Jakarta.

Semangat mengaji anak- anak di pulau solor NusaTenggara Timur sangat luar biasa. Diantara mereka mendapatkan anugerah dengan suara indahnya. Tua maupun muda memiliki suara tinggi dan nyaring. Bagi mereka bisa membaca al-Qur’an adalah perkara wajib. Tak heran jika tpa-tpa banyak ditemui di daerah sini.
Namun keterbatasan sarana pendidikan karena taraf ekonomi masyarakat sangat rendah. Ladang kebun yang menjadi andalan masyarakat kering karena lama hujan tak kunjung datang. Hujan turun rata-rata hanya 4 bulan saja setiap tahunnya. Bahkan untuk sekedar mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari harus jalan jauh naik turun menuju sumur yang ada di pinggir pantai.

Sarana pendidikan yang tersedia sangat tergantung pada para dermawan dan muhsinin. Padahal setiap tahunya ada murid baru yang masuk dan ada pula yang selesai iqro’ masuk al-Qur’an. Tiga tempat TPA di desa Tanahwerang, Kec. Solor Timur, Kab. Flores timur menyampaikan kepada dai Madina yang ditugaskan berdakwah di pulau Solor, Ust Sukamto. Bahwa saat ini mereka membutuhkan Al-Qur’an dan Iqra’ masing-masing 50 buah, serta buku tuntunanan sholat dan buku tajwid.

Yang sangat memprihatinkan adalah dari sekian TPA yang ada hanya punya satu buku panduan tajwid. Supaya semua santri TPA bisa membaca, buku tersebut ditempel di dinding ruang TPA yang sederhana.

Meski demikian dengan segala keterbatasan yang ada tidak menyurutkan semangat untuk tetap belajar Al Qur’an. Secercah cahaya Islam itu kan selalu menyinari. Meski kegelapan terus datang silih berganti. (Rhofiq F)

~🍁🌸🍁~

Pada bulan Ramadhan tahun ini, tahun 1439 H/2018 M, Madina telah mengirimkan 75 dai untuk berdakwah di 65 titik dari Sabang hingga Merauke.

Mari bersama dukung dakwah Ramadhan Madina, semoga Allah memberkahi…
#RekeningDonasi:
BSM. 7117-7117 27
a.n Yayasan Madina Indonesia

#KonfirmasiDonasi
Wa 0813 1600 0619