Memandu dengan ilmu

Segera Berlomba Dan Lakukan Dengan Sempurna

0

Segera Berlomba Dan Lakukan Dengan Sempurna

 

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah, dari sahabat Abu Huraira (riwayat Muslim dan Ahmad) dan sahabt Anas bin Malik (riwayat Ibnu Majah), bahwa Rasulullah bersabda:

بادروا بالأعمال ستا طلوع الشمس من مغربها أو الدخان أو الدجال أو الدابة أو خاصة أحدكم أو أمر العامة

“Segeralah beramal sebelum (munculnya) enam (hal): terbitnya matahari dari barat, kabut, Dajjal, binatang, urusan umum (kiamat) dan kekhususan salah seorang dari kalian (kematian).” (Lafal hadits riwayat Muslim).

 

Berlomba-lomba untuk mendahului yang lain dalam amalan kebaikan adalah perlombaan muslim di dunia, sebagaimana dalam hadits “Baadiru bil a’mal” dan juga firman-Nya,   “fastabiqul khairat.” (QS.Al-Baqarah: 148), istibaq bermakna bersegera dan melakukannya dengan sempurna, dan khairat meliputi yang fardhu, yang sunnah dan setiap kebaikan yang memberikan dampak kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri. Makna istibaq ini juga sama dengan baadiru, artinya dengan cepat, segera dan dahului yang lain dalam beramal shaleh dan menyibukan dirinya dengannya.

 

Tak Akan Beruntung Bila Kedahuluan

Jangan sampai kedahuluan dengan enam hal, sebagaimana disebutkan Nabi Muhammad saw dalam hadits, karena resikonya adalah sebagaimana sabdanya yang lain:

“Ada tiga perkara yang apabila keluar niscahya tidak akan bermanfaat iman seseorang yang sebelumnya tidak beriman atau sebelumnya belum berusaha berbuat baik pada imannya, yaitu: terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dajjal, dan makhluk melata dibumu. (HR.Muslim).

Maka tidak bermanfaat keimanan orang kafir setelah munculnya ketiga tanda tersebut, dan tidak pula bermanfaat amalan muslim yang sebelumnya tidak dilakukan dan baru dilakukan ketika muncul ketiga tanda tersebut. Hal ini sebagaimana tidak di terimanya taubat hamba setelah matahari terbit dari barat dan tidak diterimanya taubat ketika sakaratul maut.

Bersegeralah melakukan amal juga berarti benar-benar memanfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara yang lain yang akan melemahkan amal atau bahkan memutuskan amal. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara; waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu; waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu; masa luangmu sebelum masa sibukmu; hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Hakim)

 

Waspadalah Terhadap Segala Hal Yang Memperlambat Amal

Panjang angan, mengira dirinya akan hidup sampai tua, maka mengakhirkan amal, tidak segera menuntut ilmu syar’I, mengakhirkan taubat dan tidak segera kembali kepada Allah. Padahal urusan umur dan kematian adalah perkara ghaib yang kita tidak mempunyai ilmunya.

 Hubbud dunya, kecintaan terhadap dunia, bila telah merasuk kelezatannya, asyik dengan syahwatnya, maka akan sangat berat  bagi hati untuk menggerakan anggota badan melakukuan amalan akhirat. Berat untuk mengeluarkan shadaqah dan infaq di jalan Allah dan berat membantu saudaranya yang terdzalimi. Padahal Allah telah memperingatkan kita:

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya disisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi: 46)

Juga firman-Nya:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang lebih baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

Kebodohan juga menjadi faktor yang menghambat manusia melakukan kebaikan, bagaimana akan melakukan dan bersegera melakukan kebaikan, kalau dirinya tidak tahu kebaikan tersebut. Atau tidak mengetahui ganjaran dan pahala yang akan diterima akan membuat seseorang malas dan tidak bersegera dalam melakukan amal. Rasulullah bersabda:

“Seandainya manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan melakukannya. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat dalam bersegera (menuju shalat), niscaya mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat isya dan subuh. Niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak.”

Begitu pula dengan amal-amal lain yang kita  diperintahkan Rasulullah untuk bersegera melakukannya sebelum datang enam tanda yang akan membuatnya sia-sia, bila kita mengetahui ganjaran dan pahala tentunya kita akan bersegera berlomba untuk melakukannya dengan sempurna. Lalu bagaimana caranya? Segera, cari ilmunya, dan raih amalnya.

Wallahua’lam bis shawab

(sumber: majalah ar risalah : 153)