Memandu dengan ilmu

Senja di Kaimana, Menanti Buka Puasa

0

Secara umum wilayah papua adalah lahan dakwah potensial. Wilayah dengan mayoritas nasrani ini hari demi hari semakin bertambah penduduk yang memeluk agama Islam. Tantangan alam sebagian besar berupa daerah pedesaan yang  tertinggal, dengan kontruksi tanah miring dan pegunungan. Kabupaten Kaimana yang terletak di Provinsi Papua Barat memiliki luas wilayah 18.500 km2, dengan jumlah penduduk 26.703 jiwa.

Ust. Nursidiq, dai SAHDAN -asal Purbalingga, Jateng- ditugaskan ke kabupaten Kaimana hanya dengan bermodal informasi dari ust. Fadlan Garamatan. Setelah dibrifing oleh beliau dan diberikan nomor kontak di lokasi tugas maka dengan bertawakal kepada Allah, ust. Nursidiq memulai tugas mulia, dakwah sebulan penuh di pedalaman Kaimana ini.

Sesampainya di distrik Kaimana beliau silaturahmi dengan ketua MUI kabupaten Kaimana, ustadz Zainal. Diberi pengarahan dakwah di Kaimana dan diberi amanah membimbing 4 orang mualaf yang baru saja masuk Islam.

Bersama Ketua MUI Distrik Kaimana

Perusahaan Mutiara

Salah satu tempat dakwah beliau adalah di perusahaan mutiara yang sangat jauh dari keramaian. Jumlah karyawan di perusahaan ini 150 nasrani dan 17 muslim. Untuk menuju lokasi ini, membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Dai kita ini harus menginap di rumah orang nasrani yang menderita malaria, sehingga dia harus keluar rumah mencari ikan untuk buka puasa dan warga nasrani ini ikut ‘buka puasa’ bersamanya. Tidak ada listrik, hanya lampu sebagai penerangnya.

        Perusahaan Mutiara                                                               Buka puasa bersama warga nasrani

Meski minoritas, umat Islam menjalankan puasa dan ibadah lainnya dengan baik. Sebagaimana tempat lain, sholat tarawih, tadarus, kajian juga di adakan di masjid ini.

  Tadarus di Masjid satu-satunya                                              Menanti buka puasa saat senja di Kaimana

Dakwah di pedalaman Kaimana, dengan tantangan alam dan masyarakat yang tinggi hanya berharap pahala semata dari Ilahi. Sore itu dai SAHDAN menatap senja di Kaimana saat puasa, menunggu berbuka.(ya)