Serba-serbi Ramadhan di Pulau Solor

Watanhura adalah salah satu desa yang berada di kabupaten Flores timur.

0

Madina.or.id – Watanhura adalah salah satu desa yang berada di kabupaten Flores timur. Tepatnya di kecamatan Solor Timur dan terletak di pulau Solor. Tempatnya yang di kelilingi lautan menjadi keindahan tersendiri disini. Dan disinilah tempat dakwah ramadhan kami berlangsung.

Nelayan dan berkebun adalah mata pencaharian pokok masyarakat disini karena memang daerah ini dikelilingi oleh lautan. Namun pekerjaan tersebut tidaklah terlalu menjajikan karena hasil berkebun dan melaut hanya cukup untuk makan sehari hari. sehingga banyak dari masyarakat setempat yang pergi merantau demi mendapat kehidupan yang lebih baik.

Kondisi alam yang gersang dan tandus menjadi penghalang utama perkebunan yang hanya bisa ditanami jagung dan kacang. Begitu juga ombak yang terkadang tak bersahabat yang menjadikan para nelayan mengurungkan niatnya untuk melaut.

Meskipun keadaan mereka yang serba sederhana mereka tidak pernah mengelu. Bahkan kalimat “Sudah biasa pak ustadz” Itulah yang selalu terdengar dari lisan mreka, mungkin kamilah sebagai pendatang yang selalu mengeluh tentang keadaan yang ada.

Agama Islam muncul dan mulai dikenal masyarakat sekitar baru 53 thun yang lalu, dibawa oleh orang-orang dari kerajaan Lamakera yang berada di ujung timur pulau Solor. Sebelum Islam masuk ke daerah ini babi adalah santapan favorit sehari-hari namun ketika Islam sudah terpatri di sanubari mereka segala jenis makanan haram tersbut mereka tinggalkan.

Meskipun terhitung baru dalam mengenal Islam mereka sangat antusias dalam menjalankannya. Terlebih moment Ramadhan seperti saat ini. Meskipun penerangan masih sangat minim mreka tetap pergi untuk mengikuti taraweh berjamaah di masjid dengan dibekali senter yag mereka gunakan sebagai penerang jalan ketika pulang.

Ust. Abdul Haq Mizan
(Dai Sahdan yang ditugaskan di Pulau Solor, Flores Timur)