Memandu dengan ilmu

Setelah Bupati Batang, Giliran Walikota Samarinda Imbau Shalat Berjamaah

0

madina.or.id, Jakarta – Himbauan shalat berjamaah yang dicanangkan Bupati Batang diikuti oleh pejabat publik lainnya. Kali ini, giliran Walikota Samarinda, Meiliana melakukan hal serupa.

Dia mengeluarkan surat edaran yang menghimbau kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Muslim di daerah setempat agar melaksanakan shalat berjamaah.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda, Masrullah mengatakan, surat edaran terkait imbauan kepada PNS yang beragama Islam agar melaksanakan shalat berjamaah di masjid, merupakan terobosan pemerintah setempat dalam upaya revolusi mental.

“Ini merupakan terobosan dari Penjabat Walikota Samarinda untuk merevolusi mental para pegawai agar selain mengabdi sebagai pelayan masyarakat, juga tetap harus bertaqwa,” ujar Masrullah, Kamis (07/01).

Pada surat edaran Nomor 451.11/0101/013.02 itu disebutkan bahwa, dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan juga untuk mendukung efektivitas, maka seluruh aparatur sipil negara di satuan kerja perangkat daerah, camat, lurah UPTD serta puskesmas termasuk pegawai BUMD dan Rumah Sakit I.A Moeis, agar menghentikan seluruh aktivitas saat adzan berkumandang untuk segera melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid terdekat.

Surat yang ditandatangani pejabat Walikota Samarinda Meiliana tertanggal 4 Januari 2016 itu, menurut Masrullah, hanya bersifat imbauan dan tidak berkonsekuensi sanksi kepada PNS yang tidak melaksanakannya.

“Shalat merupakan kewajiban setiap Muslim, sehingga imbauan tersebut hanya bersifat ajakan agar para PNS yang beragama Islam tetap melaksanakan kewajibannya. Jadi, surat edaran tersebut tidak berdampak pada sanksi kepada PNS yang tidak mengindahkan,” kata Masrullah.

Meskipun ada imbauan shalat berjamaah, Masrullah menjamin tidak akan mengganggu aktivitas pelayanan kepada masyarakat. “Tentu hal itu tidak akan berpengaruh kepada pelayananan kepada masyarakat. Jadi, imbauan tersebut hanya berlaku bagi seluruh PNS lingkup Pemerintah Kota Samarinda,” ujar Masrullah.

Sumber: kiblat.net