Shalat gerhana sendirian, sahkah?

0

Shalat gerhana sendirian, sahkah?

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustad. Mhn tanya, Saya ikut sholat gerhana di tempat saya tinggal, Imamnya sekali membaca surat langsung surat albaqoroh sampai habis pada rakaat pertama sebelum ruku dan ruku nya juga lama, Pertama saya khusu mengikuti namun lama2 lutut saya gak tahan, Terus saya membatalkan solatnya, Kemudian saya mengulang solat gerhana sendiri d rumah Apakah solat saya sah ? Mks ustad jawabanyya

Jawaban:

waalaikumussalam warahmatullah.

Sebelum menjawab inti pertanyaan, kami jelaskan terlebih dahulu dua poin:

Pertama, Sebagai seorang Imam haruslah bijak dalam mengimami jamaah shalat, termasuk dalam shalat gernaha. Adanya riwayat bahwa Rasulullah membaca surat Al-Baqarah ketika mengimammi shalat gerhana bukan berarti ini menjadi rukun dalam shalat gerhana yang haram untuk diselisihi, sehingga mempertimbangkan faktor-faktor lain itu jauh lebih penting.

Kedua, Ketika melaksanakan shalat sunnah, kemudian kita merasa sakit, sehingga tidak kuat lagi untuk berdiri, maka diperbolehkan untuk duduk, sehingga tidak perlu membatalkan shalat.

Adapun hukum shalat gerhana sendiri di rumah, madzab Syafi’iyah dan Hanabilah perpendapat bahwa shalat gerhana dilaksanakan secara berjamaah di masjid, berdalil dengan apa yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya ketika melaksanakan shalat sunnah ini.

Namun madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat tidak mengapa dilaksanakan secara sendiri. Dalam kitab Bada’i Shana’i, Al-Kasani berkata, “Menurut pendapat yang masyhur tidak menganjurkan berjamaah pada shalat gerhana bulan. Sebab, sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam berbunyi, ‘Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat,’ (HR. Bukhari no. 1047). Pengertian hadis ini, menurut kami tidak ada anjuran untuk berjamaah.”

Jadi, kalau ditanya sah atau tidaknya shalat gerhana secara sendiri maka jawabannya adalah sah. Namun jika dilakukan dengan berjamaah itulah yang lebih utama. wallahu a’lam.