Memandu dengan ilmu

Shalat Iftitah Saat Tarawih

0

Shalat Iftitah Saat Tarawih

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum. Mau tanya ust. Di tempat ana, sebelum shalat taraweh ada imam yang mengerjakan shalat 2 rakaat (iftitah), dan juga ada imam yang tidak mengerjakan (langsung shalat traweh). Yang ana mau tanyakan, lebih afdhol mana antara mengerjakan shalat 2 rakaat sebelum taraweh atau langsung taraweh.

Dan adakah dalil yang menerangkan tentang shalat 2 rakaat seblum taraweh ataupun lngsung shalat taraweh (tdk mengejakan iftitah) mohon penjelasannya.

Jawaban :

Terdapat dalil tentang shalat dua rakaat ringan sebelum qiyamullail. Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذا قَامَ من اللَّيْل ليُصَلِّي افْتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun untuk shalat malam, beliau mulai shalatnya dengan dua rakaat ringan.” (HR. Muslim, no.767).

Begitupula dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذا قَامَ أحدكُم من اللَّيْل فليفتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين

“Apabila kalian bangun untuk shalat malam, mulailah dengan shalat dua rakaat ringan.” (HR. Muslim, no.768)

Apakah shalat dua rakaat ini berlaku juga untuk shalat tarawih?

Terdapat fatwa pula dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin,

وسئل فضيلته : هل السنة في التراويح أن تفتتح في ركعتين خفيفتين كصلاة القيام أم لا ؟؟

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya mengenai apakah termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa salalm dalam shalat tarawih membukanya dengan dua rakaat ringan sebagaimana dalam shalat tahajud?

أجاب : لا ،ليس هذا هوالسنة ، لأن صلاة القيام تفتتح بركعتين خفيفتين حيث ان الشيطان اذا نام الانسان عقد على قافيته ثلاث عقد، فاذا قام وذكر الله انحلت عقدة فاذا توضأ انحلت الثانية فاذا صلى انحلت الثالثة ولهذا كان مشروعا تخفيف الركعتين الأوليين من قيام الليل ليكون ذلك أسرع فيحلّ العقد .

Jawaban beliau rahimahullah, “Tidak, itu tidak sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena shalat tahajud itu dibuka dengan dua rakaat ringan. Jika seorang itu tidur maka setan memasang tiga ikatan pada tengkuknya. Jika orang tersebut bangun dan berdzikir mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah ikatan yang kedua. Jika dia mengerjakan shalat maka lepaslah ikatan ketiga. Oleh karena itu dituntunkan untuk mengerjakan dua rakaat tersebut dengan cepat agar semakin cepat hilangnya ikatan setan tersebut” (Arbain Sualan fi Fiqh Shiyam wa Fadhli Qiyam).

Kesimpulannya, terdapat dalil dianjurkannya shalat dua rakaat ringan sebelum shalat qiyamulail, sebagai shalat pembuka segaligus pemanasan. Namun untuk shalat tarawih menurut Syaikh Al-‘Utsaimin tidak perlu dilaksanakan, sebab sudah didahului oleh shalat Isya’.

Sehingga dalam shalat qiyamullail lebih utama memulai dengan shalat iftitah, sedangkan dalam shalat tarawih tidak perlu. wallahu a’lam.