Memandu dengan ilmu

Shalat Syuruq Atau Shalat Dhuha

0

Pertanyaan

Ustadz, apakah shalat syuruq atau isyraq itu sama dengan shalat dhuha? Apakah benar keutamaan shalat syuruq atau isyraq itu sama dengan melaksanakan haji dan umrah? Terima kasih atas jawabannya.

Fathonah – Madiun

Jawaban

Shalat syuruq atau shalat isyraq itu sama dengan shalat dhuha. Shalat dhuha yang dikerjakan pada awal waktunya. Waktu shalat dhuha adalah sejak matahari terbit setinggi satu tombak sampai menjelang waktu zhuhur. Jika diperkirakan dengan jam pasa masa sekarang adalah sekitar 12 menit sejak matahari terbit sampai 5 menit sebelum masuk waktu zhuhur.

Shalat dhuha sendiri sebenarnya paling utama dilaksanakan  pada waktu panas matahari mulai menyengat di kulit, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam muslim. Sedangkan melaksanakannya pada awal waktu adalah keutamaan bagi yang mendahuluinya dengan dua amalan. Pertama, shalat shubuh secara berjamaah; dan kedua, menungu saat syuruq dengan berdiam diri di masjid sembari berdzikir kepada Allah. Hal ini sebagiamana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ath Thabraniy –para pakar ilmu hadits memperselisihkan keshahihannya– berikut ini:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh secara berjamaah kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka itu semua senilai dengan pahala haji dan umrah.”

Jadi, shalat dhuha yang dikerjakan pada awal waktu disebut juga dengan shalat syuruq atau isyraq. Dan pahala haji dan umrah  dengan mengasumsikan hadits tersebut shahih, bukan terkait dengan shalat syuruq itu saja, tetapi juga terkait dengan shalat subuh yang dikerjakan secara berjamaah dan duduk berdiam diri di masjid berdzikir kepada Allah sampai waktu syuruq atau awal waktu dhuha tiba. Wallahu a’lam bis shawab.

Sumber: majalah hujjah edisi 05 hal. 38