Spektrum Jahiliyah dalam Al-Quran, Ketiga: Tabarruj Jahiliyah

0

Allah ‘azza wajalla menyebutkan istilah Jahiliyah di dalam al-Quran dalam empat jenis. Yakni Dzan Jahiliyah, Hukum Jahiliyah, Tabarruj Jahiliyah, dan Fanatisme Jahiliyah. Keempat jenis karakter Jahiliyah tersebut saling berkaitan membentuk sebuah spektrum Jahiliyah. Spektrum Jahiliyah dalam al-Quran yang ketiga adalah tabarruj Jahiliyah.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ

Hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan tegakkanlah shalat.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Kata para ahli tafsir, di antaranya al-Qurthubi, yang dimaksud tabarruj Jahiliyah adalah wanita yang keluar rumah, berjalan dengan menampakkan kecantikan dan keelokan tubuhnya di hadapan para lelaki. Sementara suami di zaman Jahiliyah terkenal cemburunya kurang. (Tafsir al-Qurthubi, 14/181)

Dalam ayat ini, Allah perintahkan para wanita untuk tinggal di rumah, selanjutnya Allah larang mereka untuk bertabarruj. Karena wanita yang suka keluar rumah bisa dipastikan dia akan berusaha tampil menawan, tampil indah, menarik, wangi, dan seterusnya, yang itu adalah hakekat tabarruj(Tafsir as-Sa’di, 663)

Tabarruj Jahiliyah adalah penyebab utama dekadensi moral. Bukan berarti bahwa ayat ini mendeskreditkan wanita sebagai penyebab rusaknya moral, sementara pada kenyataannya, yang lebih banyak punya pikiran dan tindakan mesum adalah kaum lelaki, tidak demikian. Syariat harus dipandang secara utuh.

Kepada wanita, syariat melarang tabarruj Jahiliyah, menutup aurat dan menjaga kehormatan diri agar setan dan nafsu lelaki tak memiliki alasan untuk berhasrat. Syariat ini antisipatif. Seperti usaha untuk menutup rapat wadah dan tabung-tabung berisi gas dan dzat mudah terbakar agar ketika ada api terpercik, api tak memiliki media untuk terbakar dan menjadi besar.

Dan kepada kepada para lelaki, syariat mewajibkan menjaga pandangan, nafsu dan kehormatan diri. Jika lelaki diibaratkan korek api, syariat menjaga agar korek tidak dinyalakan di smebarang tempat. Jika keduanya dijalankan bersama, aman. Api tidak memercik apalagi berkobar sembarangan, bensin dan gas mudah terbakar tertutup rapat. namun jika salah satu, atau bahkan dua-duanya diumbar, tabarruj Jahiliyah wanita bertemu akhlak Jahiliyah lelaki, kebarakan mustahil dihindari. [Ibnu Rodja/istidlal.org]