Memandu dengan ilmu

Latar Belakang

Beberapa tahun terakhir muncul gejala positif di tengah umat Islam yaitu tumbuhnya kesadaran baru dan semangat belajar Islam. Hal ini ditandai dengan merebaknya kajian-kajian Islam di tengah masyarakat.

Contoh nyata adalah semua televisi nasional menampilkan acara siraman rohani Islam dalam berbagai bentuk. Belum lagi TV kabel yang mengkhususkan acara kajian keislaman.

Terlepas dari dunia bisnis dan entertainment di dunia televisi, semoga ada niatan baik untuk mengajarkan Islam. Jika dilihat dari sisi dunia entertaint tentu diadakannya acara tersebut karena banyak diminati. Di sisi lain secara aksiomatik adalah lahirnya dai-dai yang mendakwahkan Islam.

Berdasarkan dua kondisi diatas maka muncul satu pertanyaan : sejauh mana pengaruh baik kesadaran dan semangat baru ini membentuk pribadi muslim yang dikehendaki syari’at Islam. Dengan menjamurnya kajian keislaman dan lahirnya dai-dai seharusnya membawa perubahan pola pikir dan pola tindak umat Islam untuk kembali kepada syari’at Islam.

Pada akhirnya muncul kesadaran dan tindakan bahwa Islam dapat mengatasi semua persoalan hidup manusia. Hasil akhir diharapkan bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter, minim kerusakan moral dan terbukalah pintu-pintu rahmat dari langit dan bumi karena penduduknya bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala.

MADINA melihat peluang amal yang merupakan kelanjutan dari tumbuhnya majlis-majlis kajian Islam dan lahirnya dai-dai di tengah umat yaitu perlunya efektifitas pembelajaran syari’at Islam melalui kajian terstruktur yang membawa pada perubahan akhlaq kaum muslimin.

Langkah yang diambil adalah mengkoordinasikan para dai dalam sebuah ikatan untuk menyamakan visi dan misi dalam berdakwah serta kesepahaman struktur materi dan metode yang memberi atsar (bekas pengajaran) sebagai solusi terhadap persoalan-persoalan kehidupan.

Disinilah perlunya tenaga profesiaonal yang berada di shaf (barisan) terdepan dengan visi dan misi yang sama untuk membimbing umat islam dalam memahami, mengamalkan dan memperjuangkan Islam sesuai dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Urgensinya adalah umat harus terbimbing oleh ilmu yang benar dan menjadikan ilmu sebagai sandaran, di tengah fitnah yang semakin merambah di semua sektor kahidupan karena dua faktor utama : shahwat dan subhat.

MADINA diharapkan menjadi wadah bersatunya para da’i dalam satu ikatan kekeluargaan dan ukhuwah Islamiyah dengan menjunjung tinggi nilai syariat dan membuang fanatisme golongan. Untuk bersama membimbing umat dalam bingkai Ilmu, sehingga umat Islam bangkit dengan kawalan Ilmu sesuai dengan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.